Virus Corona Diduga Tersebar dari Pipa Air di Hong Kong

Virus Corona Diduga Tersebar dari Pipa Air di Hong Kong

Ilustrasi (Pixabay)

Bagikan:

JAKARTA - Puluhan orang dari sebuah kompleks apartemen di Hong Kong harus dikarantina setelah dikhawatirkan terkena virus corona (2019-nCoV/Flu Wuhan). Virus tersebut diperkirakan menyebar melalui pipa-pipa air bangunan apartemen. 

Otoritas Hong Kong mengevakuasi dan mengkarantina puluhan penghuni apartemen tersebut setelah dua orang yang tinggal di lantai berbeda positif terinfeksi virus corona. Hal tersebut dikatakan langsung oleh pihak berwenang Hong Kong.

Dilansir dari New York Times, Selasa, 11 Februari, kedua korban virus corona tersebut menimbulkan spekulasi bahwa tampaknya kini virus corona telah menyebar dari pipa air. 

Pihak berwenang dari Pusat Perlindungan Kesehatan Hong Kong mengatakan, keputusan untuk mengevakuasi sebagian besar penghuni apartemen itu dilakukan setelah ditemukannya pipa kamar mandi tanpa penutup di apartemen seseorang yang baru saja dikonfirmasi terpapar virus corona.

Orang tersebut merupakan seorang wanita berusia 62 tahun yang tinggal 10 lantai di bawah seorang penghuni apartemen yang sebelumnya juga diketahui positif virus corona. 

"Pemahaman awal kami adalah bahwa pemilik apartemen mungkin melakukan beberapa pekerjaan renovasi," kata Frank Chan, Sekretaris untuk transportasi dan perumahan Hong Kong.

Frank Chan juga membantah bahwa kasus baru-baru ini sebanding dengan wabah SARS pada 2003, yang juga dapat menular dari pipa air. Dalam kasus sebelumnya, pipa berada di luar gedung dan virus SARS menyebar melalui udara.

Selain penghuni apartemen yang terinfeksi virus corona, empat orang lainnya yang tinggal di tiga unit berbeda menunjukkan gejala virus corona. Hal tersebut disampaikan oleh Sekretaris kesehatan Hong Kong Sophia Chan.

Secara keseluruhan, karantina dilakukan untuk penghuni 23 unit Hong Mei House, sebuah bangunan apartemen di sebuah blok perumahan umum Cheung Hong Estate. 

Pada sebuah rapat yang diselenggarakan oleh Pemerintah Hong Kong pada Selasa 11 Februari, Profesor Yuen Kwok-yung, seorang ahli mikrobiologi di Universitas Hong Kong, mengatakan situasi kali ini tampaknya berbeda dibanding SARS. Namun dia mengatakan pihak berwenang juga jangan mengesampingkan kemungkinan penularan virus tersebut melalui udara.

Kepala Eksekutif Hong Kong Carrie Lam mengatakan, untuk menentukan apa yang terjadi di kompleks apartemen itu "sangat penting" dan memerintahkan penyelidikan lebih lanjut.

Wabah virus corona memicu perbandingan dengan sebuah insiden pada 2003 ketika 329 penduduk perumahan di Hong Kong terinfeksi SARS, atau sindrom pernapasan akut yang parah. Virus itu kemudian ditemukan menyebar melalui pipa yang rusak. Sebanyak 42 warga yang terinfeksi SARS meninggal.

Menurut pantauan gisanddata.maps.arcgis.com, Hong Kong sendiri telah mengonfirmasi 42 kasus virus corona. Sedangkan total kasus virus corona di dunia sebanyak 43.112 dan dilaporkan 4.135 orang sembuh dari virus tersebut.