Hari Kanker Sedunia: Perjuangan Melawan Penyakit Mematikan Nomor Dua di Dunia

Hari Kanker Sedunia: Perjuangan Melawan Penyakit Mematikan Nomor Dua di Dunia

Ilustrasi (Pixabay)

Bagikan:

JAKARTA - Hari ini, 4 Februari, dunia memperingati Hari Kanker Sedunia. Peringatan ini diprakarsai oleh Union for International Cancer Control (UICC). Tujuannya untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman dalam mengatasi kanker baik untuk pribadi maupun secara kolektif lewat pemerintah. UICC bertekad menata kembali dunia karena jutaan orang meninggal akibat kanker, yang sebenarnya masih bisa dicegah dengan akses kepada perawatan yang benar. 

Melansir situs resmi kampanye Hari Kanker Sedunia worldcancerday.org, ratusan kampanye hari kampanye diselenggarakan di seluruh dunia. Mereka menggalang dukungan dari komunitas, organisasi dan individu di sekolah, tempat kerja, rumah sakit, pasar, taman, tempat ibadah, di jalanan sampai aktivasi online. Gerakan yang sudah ada sejak tahun 2000 ini punya peran sendiri dalam mengurangi dampak kanker secara global. 

Untuk tahun ini, UICC mengusung tema 'I Am and I Will'. Kampanye ini lebih menyinggung tentang komitmen orang-orang untuk bertindak melawan penyakit kanker. Melalui kampanye ini, para inisiator berharap mampu mencapai target untuk mengurangi jumlah kematian dini akibat kanker hingga sepertiganya pada tahun 2030. 

Masih memprihatinkan

Menurut data International Agency for Research on Cancer (IARC) pada 2018, hampir 10 juta orang (9,6 juta) meninggal akibat kanker. Hal ini membuat kanker menjadi penyakit nomor dua mematikan setelah penyakit kardiovascular. 

Menurut Max Roser dan Hannah Ritchie dalam Cancer (2020), penyakit ini menjadi penyebab kematian paling umum di negara-negara kaya. Sementara bila dikupas dari hampir 10 juta orang yang terkena kanker, sebanyak 57,3 persennya ada di Asia. Hal itu wajar karena bila dibandingkan dengan benua lain, Asia menampung hampir 60 persen populasi dunia. 

Sedangkan di peringkat kedua wilayah yang populasinya paling banyak mengidap kanker yakni Eropa sebanyak 23,4 persen. Padahal di Eropa jumlah penduduknya hanya 9 persen dari total populasi dunia. Kemudian Amerika tercatat sebanyak 21 persen penderita kanker, dan Afrika 7,3 persen. 

Sementara itu, jenis kanker yang banyak diderita adalah kanker paru-paru, payudara wanita, dan colorectum. Ketiga jenis kanker itu bertanggung jawab atas sepertiga insiden kanker di seluruh dunia. 

Dari tahun ke tahun, angka penderita kanker terus meningkat. Rangkuman data Global Burden of Disease dari tahun 1990 sampai 2017, jumlah orang yang meninggal karena kanker meningkat sebesar 66 persen. 

Bagaimana di Indonesia?

Di Indonesia, data Kementerian Kesehatan (Kemenkes) 2019, angka kejadian penyakit kanker berada pada urutan 8 di Asia Tenggara dan urutan ke 23 di Asia sebanyak 136,2 per 100.000 penduduk. 

Angka kejadian tertinggi di Indonesia untuk laki laki adalah kanker paru yaitu sebesar 19,4 per 100.000 penduduk dengan rata-rata kematian 10,9 per 100.000 penduduk, yang diikuti dengan kanker hati sebesar 12,4 per 100.000 penduduk dengan rata-rata kematian 7,6 per 100.000 penduduk. 

Sedangkan angka kejadian untuk perempuan yang tertinggi adalah kanker payudara yaitu sebesar 42,1 per 100.000 penduduk dengan rata-rata kematian 17 per 100.000 penduduk yang diikuti kanker leher rahim sebesar 23,4 per 100.000 penduduk dengan rata-rata kematian 13,9 per 100.000 penduduk.

Upaya pencegahan

Menurut Kemenkes, perlu upaya masif untuk melakukan pencegahan dan pendendalian kanker di Indonesia. Semua pihak baik pemerintah maupun masyarakat dalam pencegahan dan pengendalian kanker.

Pemerintah sendiri sudah melakukan berbagai upaya untuk menekan angka penderita kanker di Indonesia, diantaranya deteksi dini kanker payudara dan kanker leher rahim pada perempuan usia 30-50 tahun dengan menggunakan metode Pemeriksaan Payudara Klinis (SADANIS) untuk payudara dan Inspeksi Visual dengan Asam Asetat (IVA) untuk leher rahim. 

Sementara itu upaya pribadi yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadi kanker yang jenisnya paling banyak diderita di Indonesia (kanker paru-paru dan kanker payudara) adalah sebagai berikut:

1. Pertama adalah kanker paru-paru, cara mencegah penyakit ini seperti dilansir alodokter adalah sebagai berikut:

  • Jangan merokok, berhentilah merokok, dan hindari asap rokok. Ini merupakan cara utama untuk mencegah kanker paru-paru.
  • Gunakan alat pelindung diri di tempat kerja yang banyak paparan bahan kimia berbahaya.
  • Lakukan pemeriksaan secara rutin, terutama bila Anda memiliki riwayat merokok atau bekerja di lingkungan yang tinggi paparan bahan kimia.
  • Perbanyak konsumsi buah dan sayur, serta hindari mengonsumsi suplemen vitamin dalam dosis besar.
  • Lakukan olahraga secara teratur selama 30 menit tiap harinya.

2. Kemudian untuk mencegah kanker payudara wanita bisa dilakukan cara-cara yang disarankan oleh hellosehat.com sebagai berikut:

  • Banyak makan sayur, buah, dan biji-bijian
  • Menghindari minum alkohol
  • Berolahraga rutin
  • Menyusui anak (bagi wanita yang baru melahirkan)
  • Berhenti merokok
  • Mengurangi gula, daging merah, dan lemak trans
  • Dan terakhir melakukan deteksi dini