Aduh, IHSG Akhir Pekan Amblas ke 5.000-an

Aduh, IHSG Akhir Pekan Amblas ke 5.000-an

Ilustrasi. (Foto: Unsplash)

Bagikan:

JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup anjlok pada penutupan perdagangan Jumat 31 Januari sore ini. IHSG amblas 117,548 poin atau 1,94 persen ke 5.940,048.

Pada penutupan perdagangan sore hari ini, ada 115 saham menguat, namun 306 saham melemah, dan 111 saham stagnan. Transaksi perdagangan mencapai Rp8,1 triliun dari 9,66 miliar lembar saham yang diperdagangkan.

Indeks LQ45 turun 23,18 poin atau 2,3 persen menjadi 964,02, indeks Jakarta Islamic Index (JII) turun 14,11 poin atau 2,1 persen ke 643,72, indeks IDX30 turun 12,76 poin atau 2,4 persen ke 528,36.

Analis Binaartha Sekuritas, M. Nafan Aji Gustama mengatakan, virus corona terus menghantui pelaku pasar, karena hingga saat ini belum ada obat penangkalnya. Sementara itu, jumlah korban yang meninggal terus mengalami kenaikan.

Pengumuman WHO bahwa wabah virus corona sebagai darurat global mempengaruhi pasar bursa di dunia termasuk Indonesia. Sentimen global lainnya adalah keputusan the Fed mempertahankan suku bunga acuannya yang memberikan sinyal tidak ada perkembangan signifikan.

Pada penutupan perdagangan hari ini, saham-saham yang masuk top gainers yaitu PT Ace Hardware Indonesia Tbk (ACES) naik Rp155 atau 9,90 persen ke Rp1.720, saham PT Dyandra Media International Tbk (DYAN) naik Rp5 atau 7,58 persen ke Rp71 dan saham PT Indonesian Tobacco Tbk (ITIC) naik Rp110 atau 5,26 persen ke Rp2.200.

Sementara itu, saham-saham masuk top losers antara lain, saham PT Envy Technologies Tbk (ENVY) turun Rp92 atau 24,86% ke Rp278, saham PT Repower Asia Indonesia Tbk (REAL) turun Rp86 atau 23,50% ke Rp280, dan saham PT Putra Rajawali Indonesia Tbk (PURA) turun Rp32 atau 13,33% ke Rp208.

Investor asing mencatatkan penjualan bersih Rp 1,85 triliun di seluruh pasar. Saham-saham dengan penjualan bersih terbesar asing adalah PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp 550,3 miliar, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 231,9 miliar dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) Rp 197,4 miliar.