Jutaan Dolar AS untuk Donasi Kebakaran Australia yang Dikumpulkan di Facebook

Jutaan Dolar AS untuk Donasi Kebakaran Australia yang Dikumpulkan di Facebook

Ilustrasi (Pixabay)

Bagikan:

JAKARTA - Sebanyak 19.000 akun Facebook terlibat penggalangan dana untuk kebakaran hutan di Austraia. Penggalangan dana itu dilakukan di platform tersebut sejak sepekan terakhir. Hasil penggalangan dana ini mencapai 50 juta dolar AS (sekitar Rp687,9 miliar).

Dalam situs resmi Facebook, Kepala Aplikasi Facebook Fidji Simo mengatakan, bahwa bantuan dan sumbangan tersebut berasal dari lebih dari 75 negara.

Facebook mencatat penggalangan dana terbesar dilakukan oleh aktor dan komedian Australia Celeste Barber, yang telah mengumpulkan lebih dari 34 juta dolar AS dari lebih dari 1 juta orang di seluruh dunia untuk bantuan kebakaran.

Penggalangan dana lainnya dilakukan oleh Layanan Informasi dan Penyelamatan Satwa (NSW) yang telah mengumpulkan lebih dari 9 juta dolar AS dari hampir 300.000 orang untuk bantuan terhadap jutaan spesies yang terancam punah akibat kebakaran hutan, termasuk 30 persen di antaranya adalah populasi koala.

Sejumlah korban terdampak kebakaran hutan di Australia ini membuat Grup Facebook untuk berbagi informasi dan mendukung. Salah satunya, grup Bushfire Emergency Accomodation di Canberra yang terdiri dari 9.000 anggota dan telah menghubungkan orang-orang yang mengungsi dari rumah mereka dan saling menyediakan akomodasi.

Untuk membantu mendukung dan memperkuat upaya komunitas, Facebook memberikan donasi sebesar 1 juta dolar AU (sekitar Rp9,5 miliar) kepada GlobalGiving. Nantinya, GlobalGiving yang menyerahkan dana ke organisasi lokal.

Facebook juga menyumbang 250.000 dolar AU (sekitar Rp2,37 miliar) kepada Palang Merah Australia untuk mendukung upaya bantuan dan pemulihan.

"Terima kasih kepada semua orang yang telah menyumbang dan mendukung mereka yang terkena dampak. Kami terinspirasi oleh kemurahan hati orang-orang di Facebook dan kekuatan alat ini untuk menyatukan orang dan membuat perbedaan," ujar Simo.

"Masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan karena krisis sedang berlangsung, dan kami berharap dapat terus menjadi bagian dari solusi holistik," tambah dia