Pertarungan PKS-Gerindra untuk Wagub DKI Jakarta

Pertarungan PKS-Gerindra untuk Wagub DKI Jakarta

Kantor Balai Kota (Diah Ayu Wardani/VOI)

Bagikan:

JAKARTA - Jabatan wakil gubernur (Wagub) DKI Jakarta hingga saat ini belum terisi, usai ditinggal Sandiaga Uno mendampingi Prabowo Subianto di Pilpres 2019. Selama 16 bulan, Anies Baswedan bekerja memimpin DKI tanpa wakil.

Perdebatan panjang terjadi antara Partai Gerindra dan PKS dalam menentukan penganti Sandiaga Uno. Ada beberapa opsi yang muncul dari perdebatan ini. Pertama, membiarkan posisi Wagub DKI Jakarta kosong tanpa wakil hingga akhir masa jabatan Anies. Kedua, mengusung dua nama cawagub dari PKS yakni Ahmad Syaikhu dan Agung Yulianto. Namun, opsi ini gagal karena tak mencapai kesepakatan.

Muncul usulan baru dari opsi yang sudah ada. Partai Gerindra mengusulkan nama baru sebagai calon wakil gubernur. Ada empat nama yang dikirim, Ferry J. Juliantono, Arnes Lukman, Sekda DKI Saefullah, dan Riza sendiri. 

Sementara PKS, mengusulkan opsi baru, yaitu tetap mencalonkan dua kader dari PKS atau mencabut satu kader dan diganti dengan kader dari unsur lain.

Pengamat Politik Universitas Al-Azhar Ujang Komarudin mengatakan, kosongnya jabatan wagub hingga saat ini karena proses pemilihannya yang berlarut-larut. Apalagi, dua partai tadi belum sepakat dan ingin kadernya duduk jadi calon wakil gubernur. Ketika ditanya partai yang tepat menduduki kursi ini, Ujang menyarankan harus ada yang mengalah dari dua partai tadi. 

"Kita tahu, terakhir Partai Gerindra mengusulkan A Riza Patria untuk menjadi wagub pengganti Sandi. Dan di PKS ada Ahmad Syaikhu dan Agung Julianto. Jika masih tetap ngotot-ngototan ya tak akan ada yang terpilih. Jadi harus ada yang mengalah," tuturnya, saat dihubungi VOI, di Jakarta, Senin, 30 Desember.

"Tapi, siapa yang berani menawarkan kompensasi politik lebih tinggi saja (yang dapat kursi itu). Karena kita tahu, no free lunch dalam politik. Tak ada makan siang gratis dalam politik," ucapnya.

Presiden PKS Sohibul Iman mengatakan, partainya masih berdiskusi terkait pemilihan calon wakil gubernur DKI Jakarta. Saat ini ada dua opsi yang sedang dipertimbangkan.

"Apakah PKS tetap mencalonkan dua kader PKS yang kemungkinan risiko sama seperti yang kemarin, tidak diproses oleh DPRD. Atau PKS kemudian mencabut salah satu kadernya kemudian kami memasukan kader dari unsur lain untuk diajukan bersama kader PKS. Ini sedang diproses," kata Sohibul sambil berharap salah satu kader PKS bisa masuk bursa pemilihan cawagub, Minggu, 29 Desember.

Sementara itu, Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi menargetkan, pengganti Sandiaga Uno bisa terpilih pada Januari 2020. Pada awal 2020, Prasetio akan membentuk panitia pemilihan wakil gubernur.

Prasetio mengatakan, DPRD DKI Jakarta akan melanjutkan proses pemilihan wagub DKI Jakarta pada awal 2020. Prasetio akan langsung membentuk panitia pemilihan wagub. Apalagi, tata tertib pemilihan wagub juga sudah disusun panitia khusus bentukan DPRD DKI periode sebelumnya. 

Dia menambahkan, DPRD DKI belum mengetahui nama-nama calon wakil gubernur yang diberikan partai pengusung, yaitu Partai Gerindra dan PKS. DPRD masih berpegangan dengan dua nama calon wakil gubernur yang sudah diusulkan, yakni kader PKS Agung Yulianto dan Ahmad Syaikhu.