أنشرها:

JAKARTA - Permainan menyerang Spanyol dan Belanda menjadikan big match kedua perempat final UEFA berlangsung menarik. Belanda mampu menahan imbang Spanyol 2-2 dalam duel 90 menit di Stadion Mestalla, Valencia, Senin, 24 Maret 2025 dini hari WIB. Spanyol akhirnya lolos ke semifinal setelah menang adu penalti 5-4.

Laga yang benar-benar berlangsung seru. Baik Spanyol maupun Belanda secara bergantian mencetak gol. Hasil imbang 2-2 pada laga pertama tak membuat Belanda kehilangan semangat saat menyambangi markas Jerman.

Mereka tetap fight. Bahkan saat kebobolan lebih dulu lewat gol cepat striker Mikel Oyarzabal, Belanda berusaha bangkit dan membobol gawang La Roja. Laga pun berakhir imbang.

Saat laga dilanjutkan extra time, kedua tim sama-sama hanya menambah satu gol sehingga pertandingan harus diakhiri adu penalti. Pasalnya agregat kedua tim menjadi 5-5.

Bahkan adu penalti sempat terjadi sudden death karena skor imbang 4-4. Namun adu penalti sudden death berakhir cepat karena Donyell Malen sebagai eksekutor pertama gagal menuntaskan eksekusi. Sebaliknya, Pedri yang dipuji pelatih Belanda Louis van Gaal sebagai salah satu pemain muda bertalenta Spanyol sukses menuntaskan penalti.

Sebuah laga yang melelahkan dan menguras tenaga sebelum akhirnya Spanyol unggul 5-4. Tim asuhan Luis de la Fuente pun lolos ke semifinal untuk menghadapi Perancis yang menyingkirkan Kroasia juga lewat adu penalti.

Pertandingan Spanyol melawan Belanda merupakan salah satu yang terbaik di babak perempat final. Spanyol yang menggelar permainan agresif langsung unggul lewat gol dari titik penalti saat laga baru berjalan delapan menit. Gara-garanya bek Jan Paul van Hecke menjatuhkan Oyarzabal di kotak terlarang dan wasit pun menunjuk titik putih.

Oyarzabal sendiri yang menuntaskan eksekusi penalti. Spanyol pun unggul 1-0. Tuan rumah sesungguhnya nyaris menambah gol saat pemain sayap Nico Williams tinggal berhadapan satu lawan satu dengan kiper Bart Verbruggen. Namun Verbruggen berhasil melakukan penyelamatan gemilang. Skor itu pun bertahan hingga babak pertama usai.

Memasuki babak kedua, Belanda mencoba bangkit dengan menguasai permainan. Setelah berkali-kali gagal, usaha tim Oranje akhirnya membuahkan hasil saat mendapat hadiah penalti menyusul pelanggaran yang dilakukan bek Robin Le Normand terhadap striker Memphis Depay di menit 54. Depay yang menuntaskan eksekusi itu untuk mengubah skor menjadi 1-1.

Laga kian ketat dan berjalan seru karena kedua tim silih berganti melakukan tekanan. Spanyol akhirnya kembali unggul setelah serangan balik mereka membuahkan gol di menit 67.

Oyarzabal yang lolos dari pengawalan mencetak gol keduanya setelah menerima umpan dari Williams. Semula tendangan dia masih bisa diblok Verbruggen. Namun bola menjadi rebound yang kemudian disambar striker Real Sociedad ini.

Belanda memang menolak menyerah meski sudah tertinggal 2-1. Mereka tetap bermain ofensif untuk mengejar defisit gol.

Alhasil bek Ian Maatsen yang melakukan debut di timnas sukses menyamakan skor d menit 79. Mendapat peluang bagus meski dari sudut yang sempit, tendangan Maatsen masih bisa menggetarkan gawang Unai Simon.

Skor berubah menjadi 2-2 dan bertahan hingga laga usai karena tidak ada lagi gol yang tercipta. Karena agregat imbang 4-4, pertandingan pun dilanjutkan extra time.

Spanyol berhasil unggul di babak tersebut, Bintang muda Lamine Yamal yang menerima umpan panjang dari Dean Huijsen berhasil mengonversinya menjadi gol di menit 103.

Namun lagi-lagi Belanda menolak menyerah. Mereka tetap berjuang mengejar ketinggalan. Usaha mereka tak sia-sia setelah Xavi Simons dijatuhkan di kotak penalti di menit 109. Wasit menunjuk titik putih dan Simons sendiri yang menuntaskan eksekusi untuk mengubah skor menjadi 3-3.

Skor itu bertahan hingga laga usai dan dilanjutkan adu penalti. Kali ini, Belanda kurang beruntung setelah eksekusi Malen digagalkan kiper Simons. Sementara, Pedri menuntaskan penalti dan skor berubah menjadi 5-4.


The English, Chinese, Japanese, Arabic, and French versions are automatically generated by the AI. So there may still be inaccuracies in translating, please always see Indonesian as our main language. (system supported by DigitalSiber.id)