JAKARTA - Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Republik Indonesia secara resmi meluncurkan Satuan Tugas Indian Ocean Rim Association (IORA) Indonesia 2026 di Padang, Sumatera Barat pada Hari Senin.
Peluncuran ini dilakukan langsung oleh Direktur Jenderal Asia Pasifik dan Afrika (Aspasaf) Duta Besar Santo Darmosumarto dalam Rapat Koordinasi Penguatan Kerja Sama Indonesia pada IORA yang dihadiri jajaran kementerian/lembaga terkait dan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat.
Dalam sambutannya Dirjen Aspasaf menegaskan, efektivitas diplomasi Indonesia di IORA ditentukan oleh konsistensi dan sinergi domestik.
"Kita harus mengubah pola koordinasi dari ad-hoc menjadi koordinasi yang aktif, terstruktur, dan berkelanjutan," jelas Dubes Santo yang didampingi oleh Direktur Kerja Sama Intra dan Antar Kawasan Aspasaf, melansir keterangan Kemlu RI (11/8).
Reaktivasi Satgas yang diinisiasi sejak 2025 ini merupakan wujud nyata sinergi pemerintah untuk mengawal kepentingan nasional di Samudera Hindia.
Kawasan ini dinilai bukan sekadar jalur pelayaran lintas benua, melainkan ruang strategis tempat bertemunya dinamika geopolitik dan geoekonomi global. Inilah yang menjadikan IORA sebagai wadah yang krusial.
Indonesia memanfaatkan forum IORA ini sebagai instrumen strategis untuk memajukan prioritas nasional, seperti keamanan maritim, ekonomi biru, penanggulangan bencana, perdagangan dan investasi, hingga pemberdayaan ekonomi perempuan.
Keberadaan Satgas IORA 2026 diharapkan dapat lebih mendorong Indonesia untuk perumusan usulan program kerja konkret yang berdampak nyata di kawasan.
Selain itu Satgas juga diharapkan dapat mengawal agenda strategis selama Keketuaan Indonesia pada Kelompok Kerja Ekonomi Biru IORA, mendorong sinergi lintas sektor, mengoptimalkan pemanfaatan pendanaan khusus IORA sekaligus memperkuat kemitraan dengan negara mitra dialog IORA.
اقرأ أيضا:
Dirjen Aspasaf juga telah melakukan pertemuan dengan Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah beserta jajaran Pemprov Sumatera Barat.
Dengan letaknya yang menghadap langsung ke Samudera Hindia, Provinsi Sumatra Barat memiliki potensi besar dalam pengembangan kerja sama kawasan yang dapat berkontribusi bagi pencapaian agenda nasional utamanya peningkatan konektifitas, ketahanan energi dan pangan.
Pada kesempatan tersebut juga telah diidentifikasi beberapa kegiatan sinergi antara Pusat dan Daerah untuk meningkatkan kerja sama dengan negara-negara di kawasan lingkar Samudera Hindia untuk tahun 2027.
The English, Chinese, Japanese, Arabic, and French versions are automatically generated by the AI. So there may still be inaccuracies in translating, please always see Indonesian as our main language. (system supported by DigitalSiber.id)