JAKARTA - Ketua DPP PDIP Bidang Kehormatan, Komarudin Watubun menanggapi viralnya foto Presiden ke-7 RI Joko Widodo yang menginjak kepala kerbau dalam proses penerimaan gelar kehormatan adat di Lampung.
Merespons santai, Komarudin tak mempermasalahkan hal itu dan menyebut tidak ada kaitannya dengan logo partai berlambang banteng moncong putih.
"Oh tidak apa-apa, kita kan bukan kepala kerbau, kita kepala banteng. Jadi tidak ada kaitannya itu. Yang bisa menjelaskan urusan injak-menginjak itu kan Pak Jokowi sendiri," ujar Komarudin di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin, 29 Juni.
Menurut Komarudin, Jokowi hanya seorang mantan anggota partainya. Karenanya saat ini, Jokowi bukan lagi menjadi urusan PDIP.
"Bagi saya, Jokowi itu masa lalu PDI Perjuangan. Jadi apapun aktivitas beliau, saya tidak mau menanggapi karena bukan lagi bagian dari partai kan," katanya.
"Tapi kalau menyangkut kepala, ya menginjak kepala kerbau, ya itu kan kerbau, bukan sapi kan. Jadi tidak perlu orang PDI Perjuangan menanggapi urusan itu," imbuh anggota DPR itu.
Komarudin menilai, PDIP akan bereaksi apabila Jokowi menghina partainya dengan menginjak kepala banteng.
"Bukan banteng. Kecuali yang diinjak kepala banteng, pasti kita berurusan," tegasnya.
BACA JUGA:
Diketahui, momen Presiden ke-7 RI Joko Widodo atau Jokowi menginjak kepala kerbau saat menerima gelar kehormatan adat Lampung menjadi perbincangan publik. Momen itu terjadi dalam rangkaian penganugerahan gelar adat kepada Jokowi di Kedaton Keagungan Lampung, Sabtu, 27 Juni.
Foto Jokowi meletakkan kaki di atas kepala kerbau bermoncong putih kemudian beredar luas di media sosial. Foto itu lantas menjadi perbincangan publik, dan banyak yang mempertanyakan ritual adat tersebut.
The English, Chinese, Japanese, Arabic, and French versions are automatically generated by the AI. So there may still be inaccuracies in translating, please always see Indonesian as our main language. (system supported by DigitalSiber.id)