TANGERANG - Kepala Staf TNI Angkatan Darat Jenderal Maruli Simanjuntak mengungkap adanya informasi baru soal kondisi prajurit TNI di Lebanon. Di tengah duka gugurnya tiga personel, muncul laporan tambahan adanya anggota yang dirawat, namun datanya belum utuh.
“Ada yang kondisi masuk rumah sakit, ada berapa orang. Dari Angkatan Darat ada dua orang. Tapi kami belum mendapat informasi secara detail,” kata KSAD Maruli di Bandara Soekarno-Hatta, Sabtu, 4 April.
Ia menegaskan, informasi yang diterima masih terbatas dan belum bisa dipastikan secara lengkap, termasuk perkembangan terbaru di lapangan.
اقرأ أيضا:
Menurut KSAD Maruli, prajurit TNI yang masih bertugas di Lebanon telah dibekali prosedur operasi standar (SOP) untuk menghadapi situasi darurat, termasuk perlindungan di bunker.
“Sebetulnya mereka sudah ada SOP untuk bagaimana apa yang harus dilakukan dengan kondisi tertentu,” ujarnya.
Meski demikian, ia mengakui belum bisa menjelaskan tingkat keamanan lokasi penugasan secara rinci.
TNI akan menunggu laporan resmi dari Mabes TNI yang berkomunikasi langsung dengan personel di lapangan. Investigasi juga akan dilakukan untuk memastikan rangkaian peristiwa yang terjadi.
Untuk keluarga prajurit, KSAD Maruli meminta tetap tenang. Ia menegaskan para personel telah memahami tugasnya, meski risiko tetap ada.
“Tidak usah risau. Mereka tahu apa yang harus dilakukan. Tapi semua pasti ada risikonya,” kata KSAD Maruli.
The English, Chinese, Japanese, Arabic, and French versions are automatically generated by the AI. So there may still be inaccuracies in translating, please always see Indonesian as our main language. (system supported by DigitalSiber.id)