أنشرها:

JAKARTA - Dalam rangka perayaan HUT ke-80 Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang diselenggarakan di Monumen Nasional (Monas) Jakarta pada 5 Oktober 2025, mahasiswa pascasarjana Program Studi Manajemen Pertahanan (MP) Angkatan XVII Universitas Pertahanan Indonesia (UNHAN) turut berpartisipasi aktif dalam rangkaian acara yang meriah.

Tema “TNI Profesional, TNI Rakyat, Indonesia Maju” mengusung tema yang mencerminkan sinergi antara TNI dan rakyat dalam membangun bangsa yang tangguh dan berkemajuan.

Di tengah upacara khidmat tersebut, Kapten Yogie Pradana dari Skadron 18, Pangkalan Udara Atang Sanjaya, Bogor, mahasiswa pascasarjana Program Studi Manajemen Pertahanan UNHAN dan pilot helikopter H225M Caracal TNI AU, berhasil mengibarkan Bendera Merah Putih seberat 1,3 ton melintasi cakrawala Jakarta bersama tim penerbangnya.

Prestasi gemilang ini menunjukkan kekuatan teknologi pertahanan Indonesia dan solidaritas TNI—mengibarkan dan mengibarkan bendera merah putih dengan gagah di angkasa.

Tindakan heroiknya menjadi simbol nyata dari kolaborasi yang erat antara akademisi dan militer dalam memperkuat pertahanan negara.

“Merupakan suatu kehormatan besar bagi saya untuk dapat berpartisipasi dalam Peringatan HUT TNI ke-80. Aksi ini merepresentasikan hubungan vital antara akademisi dan TNI dalam membangun pertahanan negara yang lebih kokoh,” ujar Kapten Yogie (6 Oktober).

Mahasiswa Program Magister Manajemen Pertahanan UNHAN juga hadir dalam upacara tersebut, duduk di tribun yang sama dengan Presiden Prabowo Subianto dan pejabat tinggi lainnya.

Mereka berharap TNI terus membangun sinergi dengan seluruh komponen bangsa, termasuk civitas akademika, untuk membangun Indonesia yang lebih maju dan tangguh dalam menghadapi tantangan global.

Ke depannya, TNI diharapkan semakin “profesional” dalam menjalankan tugasnya—tidak hanya dalam pertahanan negara, tetapi juga dalam berkontribusi bagi kesejahteraan rakyat, sejalan dengan semangat “TNI Rakyat”.

Salah satu mahasiswa Manajemen Pertahanan UNHAN, Antariksa Erlanda, yang juga seorang wirausahawan di bidang digitalisasi pertahanan, kedirgantaraan, dan teknologi C4ISR, menyatakan bahwa TNI berdiri sebagai garda terdepan penjaga kedaulatan bangsa dan pelindung seluruh rakyat Indonesia.

“Menjaga keutuhan NKRI dari segala ancaman yang mungkin timbul,” ujarnya.

Dengan tema “TNI Profesional, TNI Rakyat, Indonesia Maju”, HUT TNI ke-80 menjadi pengingat akan pentingnya kekuatan sinergis antara TNI, civitas akademika, dan rakyat Indonesia.


The English, Chinese, Japanese, Arabic, and French versions are automatically generated by the AI. So there may still be inaccuracies in translating, please always see Indonesian as our main language. (system supported by DigitalSiber.id)