JAKARTA - Menteri Kebudayaan Fadli Zon menerima kunjungan kehormatan delegasi Republik Belarus di Museum Nasional Indonesia, Rabu, 6 Agustus. Delegasi dipimpin Menteri Luar Negeri Belarus Maxim Ryzhenkov, didampingi Direktur Jenderal Asia-Afrika Evgeny Verobyev dan Dubes Belarus untuk Indonesia, Raman Ramanouski.
Pertemuan berlangsung hangat. Fadli Zon menekankan pentingnya pertukaran budaya sebagai fondasi hubungan bilateral. “Tradisi kita sangat kaya. Ini peluang besar untuk kolaborasi budaya yang setara dan saling menguntungkan,” ujarnya.
Salah satu agenda utama adalah pembaruan Nota Kesepahaman Kerja Sama Kebudayaan yang diteken pada 2015. Fadli berharap dokumen baru bisa ditandatangani saat kunjungan kenegaraan Presiden Belarus ke Indonesia akhir tahun ini, sekaligus dikaitkan dengan acara budaya bersama.
Menlu Ryzhenkov menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat dan kekayaan sejarah Indonesia yang ditampilkan di Museum Nasional. “Kami merasa terhormat bisa berada di sini,” katanya, sembari menyambut peluang kerja sama budaya yang lebih konkret, termasuk pertukaran masyarakat.
Dalam jamuan makan siang, Fadli Zon mengusulkan program Days of Culture yang dilakukan secara resiprokal. Ide ini mengacu pada keberhasilan Indonesian Cinema Day di Minsk tahun 2021. Rangkaian kegiatannya meliputi pemutaran film, seni pertunjukan, kuliner tradisional, hingga pameran budaya.
Fadli juga mengundang delegasi Belarus menghadiri CHANDI Summit: Culture for the Future yang akan digelar 3–5 September di Bali. “Diplomasi budaya menyentuh sisi kemanusiaan. Ia menyatukan, bukan memecah,” kata Fadli yang hadir bersama Wamen Giring Ganesha dan Dirjen Endah T.D. Retnoastuti.
اقرأ أيضا:
Diskusi diawali tur koleksi Museum Nasional. Delegasi Belarus terlihat kagum menyimak kisah peradaban Nusantara dari relik Hindu-Buddha hingga etnografi.
Juga hadir dalam pertemuan ini antara lain Stafsus Menbud Ismunandar, Dirfilm Syaifullah Agam, Direktur Eropa II Kemlu Winardi Hanafy Lucky, serta Kepala Museum Abi Kusno.
The English, Chinese, Japanese, Arabic, and French versions are automatically generated by the AI. So there may still be inaccuracies in translating, please always see Indonesian as our main language. (system supported by DigitalSiber.id)