TANJUNG SELOR – Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) Zainal A. Paliwang menyerahkan Surat Keputusan (SK) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara Formasi Tahun 2024.
Pada penyerahan SK CPNS, Gubernur Zainal didampingi Kepala Kantor Regional VIII BKN Banjarmasin Soni Sultana.
Dalam sambutannya Gubernur Zainal mengucapkan selamat kepada 54 CPNS Provinsi Kaltara yang lulus seleksi dan resmi menerima Surat Keputusan hari ini.
“Selamat atas keberhasilannya, atas tahapan yang sudah kalian lalui serta ini merupakan langkah awal menjadi bagian dari Aparatur Sipil Negara Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara,” kata Gubernur Zainal, Selasa, 6 Mei.
Gubernur Zainal menekankan menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) merupakan keharusan untuk melakukan pengabdian memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Namun Zainal mengaku menyayangkan kepada CPNS yang berhasil mengikuti seleksi hingga lulus, namun mengundurkan diri.
Menurutnya masih banyak orang yang berjuang ingin bisa lulus menjadi ASN, dan ini menjadi kesempatan yang berharga.
“Menjadi ASN bukan hanya sekedar memperoleh pekerjaan tetapi memikul amanah dan tanggung jawab yang besar kepada bangsa dan negara,” katanya.
Gubernur Zainal menegaskan ASN dituntut untuk menjadi teladan dalam moralitas, memiliki integritas menjunjung tinggi profesionalisme serta memiliki dedikasi tinggi dalam setiap tugas yang diberikan.
Kepada CPNS formasi tahun 2024 yang lulus seleksi, sebut Gubernur Zainal diharapkan dapat menanamkan dan menerapkan nilai – nilai ASN dalam melaksanakan tugas kedepan, seperti akhlak, loyalitas, integritas, dan kinerja.
“ASN harus menjadi penggerak perubahan, bukan hanya pelaksanaan kebijakan. Jadikan jabatan ini sebagai sarana untuk mengabdi bukan untuk mencari sarana keuntungan pribadi,” tegasnya.
Terakhir, Gubernur berpesan agar CPNS meningkatkan kompetisi diri melalui pelatihan, pendidikan dan pengembangan kapasitas diri, hindari KKN seperti korupsi dalam bentuk apa pun.
“Jaga netralitas sebagai ASN, dan ASN harus berdiri tegak untuk rakyat tanpa keberpihakan kepentingan politik terutama di tahun – tahun politik,” pungkasnya.
The English, Chinese, Japanese, Arabic, and French versions are automatically generated by the AI. So there may still be inaccuracies in translating, please always see Indonesian as our main language. (system supported by DigitalSiber.id)