JAKARTA — Menteri Kebudayaan Fadli Zon meresmikan pembukaan Pasar Raya Taman Budaya Jawa Tengah ke-2 di Surakarta, Jawa Tengah, Jumat, 1 Agustus. Acara ini menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dalam membangun ekosistem kebudayaan yang produktif dan inklusif.
Dalam sambutannya, Fadli menekankan pentingnya gotong royong antar pemangku kepentingan untuk memajukan kebudayaan nasional. “Pasar Raya adalah momentum strategis yang mempertemukan berbagai pihak dalam upaya melestarikan, mengembangkan, dan memanfaatkan kekayaan budaya bangsa,” ujar Fadli.
Pasar Raya—singkatan dari Pagelaran Seni Rakyat dan Budaya—digelar selama 1–15 Agustus 2025, menampilkan pertunjukan seni, pameran rupa, bazar UMKM, permainan tradisional, hingga wahana hiburan rakyat. Kegiatan ini diikuti oleh sanggar seni dari seluruh kabupaten/kota di Jawa Tengah.
Sekda Jawa Tengah, Sumarno, menegaskan bahwa kegiatan budaya seperti ini bukan hanya soal pelestarian. “Sektor budaya dan ekonomi kreatif sangat erat. Seni pertunjukan dan ekspresi budaya turut menggerakkan ekonomi lokal dan pariwisata,” ujarnya.
Tema acara tahun ini, “Cangcut Gumregut Hangrumat lan Hanggelar Budaya Jawa Tengah”, mencerminkan semangat kolektif dalam merawat dan memajukan budaya. Menteri Fadli menyebut tema ini sejalan dengan semangat pelibatan masyarakat dan pelaksanaan UU No. 5/2017 tentang Pemajuan Kebudayaan.
“Pemajuan budaya bukan semata tugas pemerintah. Ini tanggung jawab bersama—pelaku budaya, maestro, seniman, budayawan, bahkan pihak swasta dan filantrop,” tegas Fadli.
Ia juga menyoroti peran strategis taman budaya sebagai wadah pelestarian warisan budaya takbenda. “Taman budaya harus jadi kantong kebudayaan yang hidup. Dinamis. Sementara museum bisa jadi etalase cagar budaya,” tambahnya.
Pembukaan acara meriah, dihadiri lebih dari 1.000 pengunjung, termasuk pelajar dari 18 sekolah serta tokoh-tokoh budaya. Pemprov juga memberikan penghargaan kepada tiga tokoh seni: Wahyu Santoso Prabowo (seni tari), Ki Manteb Soedharsono (alm, pedalangan), dan dalang cilik Yusuf Radya Mulya.
Fadli berharap Pasar Raya Taman Budaya terus berlanjut. “Kegiatan ini harus jadi bagian dari ekosistem budaya yang tumbuh, berkelanjutan, dan menjadi jembatan antargenerasi,” tutupnya.
The English, Chinese, Japanese, Arabic, and French versions are automatically generated by the AI. So there may still be inaccuracies in translating, please always see Indonesian as our main language. (system supported by DigitalSiber.id)