YOGYAKARTA - Leukosit tinggi (leukositosis) atau sel darah putih tinggi berkaitan dengan fungsi sistem kekebalan tubuh. Sel darah putih berperan penting dalam melawan infeksi, sehingga jumlahnya dapat meningkat ketika tubuh sedang menghadapi ancaman tertentu.
Leukosit tinggi dapat mengindikasikan berbagai hal, mulai dari infeksi ringan hingga gangguan kesehatan yang lebih serius. Banyak orang menyadari kondisi ini setelah menjalani pemeriksaan hitung darah lengkap atau complete blood count (CBC). Karena itu memahami faktor penyebab dan gejalanya sangat penting agar segera mendapatkan penanganan yang tepat.
Apa Itu Leukosit Tinggi?
Dilansir dari Cleveland Clinic, leukosit tinggi (leukositosis) adalah kondisi ketika jumlah sel darah putih dalam tubuh melebihi batas normal. Seseorang dianggap mengalami leukosit tinggi jika memiliki lebih dari 11.000 sel darah putih per mikroliter darah.
Sel darah putih merupakan bagian penting dan penting dari sistem kekebalan tubuh Anda. Diproduksi di sumsum tulang, sel darah putih melindungi tubuh Anda dari infeksi dan penyakit. Namun, jika jumlah sel darah putih terlalu banyak, biasanya berarti Anda mengalami infeksi atau peradangan.
Terdapat lima jenis sel darah putih, sehingga terdapat pula lima jenis leukositosis yang berbeda. Kelima jenis sel darah putih tersebut yakni neutrofilia, limfositosis, monositosis, eosinofilia, dan basofilia.
Setiap jenis leukositosis memiliki penyebab yang berbeda tergantung sel darah putih mana yang meningkat jumlahnya. Misalnya, neutrofilia biasanya terjadi akibat infeksi bakteri, sementara eosinofilia umum disebabkan alergi atau infeksi parasit. Dalam kasus yang lebih jarang, leukosit tinggi dapat mengindikasikan leukemia.
Gejala dan Penyebab Leukosit Tinggi
Gejala leukosit tinggi bervariasi tergantung pemicu yang mendasarinya. Banyak tanda muncul karena tubuh sedang melawan infeksi atau peradangan. Gejala umum meliputi demam, kelelahan, nyeri, sesak napas, keringat malam, dan penurunan berat badan yang tidak dapat dijelaskan.
Dalam beberapa kasus, leukosit tinggi dapat menyebabkan gejala serius seperti mudah memar, yang dapat menandakan adanya gangguan trombosit atau leukemia akut.
Jika jumlah sel darah putih meningkat secara ekstrem, darah dapat mengental dan menimbulkan sindrom hiperviskositas. Kondisi ini berpotensi menyebabkan stroke, gangguan penglihatan, atau pendarahan internal.
Adapun penyebab leukosit tinggi paling sering adalah infeksi atau peradangan. Namun, faktor lain seperti stres fisik atau emosional, luka bakar, gangguan autoimun, masalah tiroid, alergi, dan efek samping obat tertentu juga dapat menjadi pemicu.
Selain itu, kebiasaan merokok, obesitas, dan prosedur medis seperti pengangkatan limpa turut meningkatkan risiko leukositosis. Pada kondisi yang lebih langka, leukosit tinggi berhubungan dengan leukemia, limfoma, atau gangguan sumsum tulang.
Cara Mencegah Leukosit Tinggi
Seperti yang telah disebutkan di atas, leukosit tinggi sebenarnya merupakan respons alami tubuh ketika melawan infeksi, sehingga tidak selalu perlu dicegah. Namun, menjaga tubuh tetap sehat dapat membantu menjaga jumlah sel darah putih dalam rentang normal. Berikut beberapa hal yang bisa dilakukan:
- Menjaga kebersihan tangan untuk mengurangi risiko masuknya bakteri atau virus.
- Menghindari alergen juga penting untuk mencegah eosinofilia yang berkaitan dengan reaksi alergi.
- Berhenti merokok
- Menjaga kebersihan gigi dan mulut
- Kunjungan rutin ke dokter gigi setiap enam bulan.
- Mengelola stres dengan baik. Aktivitas seperti meditasi, olahraga ringan, dan latihan pernapasan dapat membantu menurunkan tingkat stres.
- Jika diperlukan, mendapatkan bantuan profesional untuk mengatasi kecemasan atau depresi juga dapat membantu menjaga kesehatan secara keseluruhan.
Demikian pembahasan soal apa itu leukosit tinggi dan langkah-langkah pencegahannya, ikuti artikel-artikel menarik lainnya di VOI.ID. Agar tidak ketinggalan kabar terupdate follow dan pantau terus akun sosial media kami!
The English, Chinese, Japanese, Arabic, and French versions are automatically generated by the AI. So there may still be inaccuracies in translating, please always see Indonesian as our main language. (system supported by DigitalSiber.id)