أنشرها:

JAKARTA - Sel kanker yang menyebar atau bermetastasis merupakan hal yang sangat dikhawatirkan bagi pasien. Penyebaran sel kanker ke organ tubuh selain asalnya bisa menyebabkan risiko penyembuhan sulit dan kematian tinggi.

Namun, dalam penelitian terbaru yang dipublikasikan jurnal Nature, peneliti menemukan obat yang biasa digunakan untuk mengatasi nyeri bisa membantu cegah penyebaran sel kanker. Obat tersebut adalah aspirin, yang sudah dikenal dengan khasiatnya menghilangkan rasa sakit dan mengencerkan darah.

Penelitian tersebut menemukan aspirin bekerja melawan penyebaran kanker, dengan merangsang sistem kekebalan tubuh. Hasil ini ditemukan pada penelitian secara tidak sengaja saat menyelidiki proses metastasis.

“Itu adalah momen eureka (telah ditemukan). Ketika kami menemukan TXA2 adalah sinyal molekuler yang mengaktifkan eek supresif ini pada sel T (sel darah putih yang berperan dalam sistem kekebalan tubuh),” kata peneliti Dr. Jie Yang, dilansir dari Medical Daily, pada Jumat, 7 Maret 2025.

“Ini adalah penemuan yang sama sekali tidak terduga yang membawa kami ke jalur penyelidikan yang berbeda dari yang kami perkirakan,” tambahnya.

Meski demikian, Profesor Rahul Roychoudhuri, yang memimpin penelitian tersebut mengatakan optimisme terhadap aspirin cegah penyebaran kanker ini harus ada, tetapi diimbangi dengan pantauan medis.

Disarankan kepada pasien yang tertarik menjalani terapi aspirin sebaiknya mendiskusikan dengan dokter onkologi, untuk mengevaluasi potensi manfat dan risikonya dalam kasus spesifik pasien. Uji klinis juga sedang dilakukan untuk menentukan cara menggunakan aspirin dengan aman dan efektif guna mencegah penyebaran kanker.

“Aspirin memang murah dan tersedia secara luas, tetapi bukan tanpa risiko yang signifikan. Penggunaan aspirin jangka panjang dikaitkan dengan toksisitas gastrointestinal, termasuk tukak lambung dan pendarahan gastrointestinal bagian atas,” jelasnya.

Sementara itu, penelitian sebelumnya juga sudah menemukan bahwa mereka yang mengonsumsi aspirin dosis rendah setiap hari mengalami penurunan penyebaran kanker, seperti kanker payudara, usus, dan prostat. Namun, hingga saat ini belum diketahui secara pasti bagaimana aspirin bekerja sehingga dapat mencegah penyebaran sel kanker.


The English, Chinese, Japanese, Arabic, and French versions are automatically generated by the AI. So there may still be inaccuracies in translating, please always see Indonesian as our main language. (system supported by DigitalSiber.id)

Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+