JAKARTA — Pemerintah menyiapkan pelaksanaan aturan devisa hasil ekspor mulai 1 Juni. Bersamaan dengan itu, ekspor CPO, batu bara, dan ferro alloy akan masuk dalam mekanisme pelaporan melalui PT Danantara Sumber Daya Indonesia atau DSI.
Hal itu disampaikan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto seusai bertemu Presiden di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis, 21 Mei.
Airlangga mengatakan ia melapor bersama Menteri Perdagangan, Gubernur Bank Indonesia, dan Menteri Keuangan. Ada dua agenda utama yang dibahas yakni pelaksanaan devisa hasil ekspor dan mekanisme ekspor tiga komoditas melalui DSI.
“Tadi melaporkan ke Bapak Presiden terkait rencana implementasi dua hal, yaitu pelaksanaan devisa hasil ekspor yang berlangsung tanggal 1 Juni, dan pelaksanaan ekspor CPO, batu bara, dan ferro alloy oleh PT Danantara Sumber Daya Indonesia,” kata Airlangga.
Devisa hasil ekspor atau DHE adalah dana hasil penjualan ekspor yang masuk dari luar negeri. Kebijakan ini penting karena menyangkut aliran valuta asing dan stabilitas ekonomi.
اقرأ أيضا:
Airlangga menyebut aturan teknis masih disiapkan. Regulasi itu mencakup aturan dari Kementerian Perdagangan, Bank Indonesia, dan Kementerian Keuangan.
Menurut Airlangga, seluruh instrumen regulasi akan diselesaikan sebelum 1 Juni.
Pemerintah juga akan menggelar sosialisasi kepada asosiasi usaha pada Kamis sore pukul 16.00 agar pelaku industri memahami kebijakan yang akan dijalankan.
Airlangga meminta pelaku usaha tidak khawatir. Ia menegaskan ekspor tetap dilakukan oleh perusahaan yang selama ini bergerak di sektor tersebut.
“Tidak perlu khawatir, karena seluruhnya ekspor masih dilakukan oleh perusahaan di sektor existing, baik batu bara, CPO, maupun feronikel,” ujarnya.
Yang berubah adalah pelaporan. Dalam setiap ekspor, perusahaan akan menyampaikan laporan kepada Danantara. Pemerintah akan melihat pelaksanaannya selama tiga bulan untuk menyempurnakan sistem.
“Dalam tiga bulan nanti kita fine tune sistemnya,” kata Airlangga.
Terkait pengurus DSI, Airlangga mengatakan Danantara akan mengumumkannya sendiri.
Ia juga menyebut harga komoditas nantinya akan dibenchmark, yakni dibandingkan dengan harga acuan. Namun, acuan tetap merujuk pada harga referensi masing-masing komoditas, baik batu bara, CPO, maupun nikel.
Selain soal ekspor, pemerintah juga membahas paket kebijakan ekonomi lanjutan. Airlangga mengatakan situasi global masih menekan karena perang belum berakhir.
Dalam pembahasan itu, Airlangga menyebut pemerintah juga menyinggung kelanjutan kebijakan work from home selama dua bulan ke depan. Ia tidak merinci cakupan kebijakan tersebut.
Sejumlah insentif juga sedang disiapkan untuk mendorong ekonomi kuartal kedua agar tetap bergerak.
The English, Chinese, Japanese, Arabic, and French versions are automatically generated by the AI. So there may still be inaccuracies in translating, please always see Indonesian as our main language. (system supported by DigitalSiber.id)