JAKARTA - Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Habiburokhman, merespons pernyataan mantan Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu), Dino Patti Djalal yang menyarankan agar Presiden Prabowo Subianto untuk mengurangi perjalanan ke luar negeri. Menurutnya, sebagai mantan pejabat Kementerian Luar Negeri (Kemenlu), saran Dino untuk presiden tidaklah pas.
"Pak Dino ya, beliau itu kan walaupun cuma tiga bulan jadi Wamenlu, tetep kan mantan pejabat Kemenlu. Menurut saya, ada etika di kalangan orang yang pernah menjabat, artinya memberikan kesempatan kepada orang yang saat ini menjabat untuk bekerja. Menghormati, ya, orang yang saat ini menjabat untuk menjalankan tugasnya dengan baik, tanpa, ya, membuat apa
namanya komen atau kritik yang tidak pas," ujar Habiburokhman di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa, 2 Juni.
"Kita lihat misalnya di konteks yang lebih tinggi di negara-negara maju, kayak George Bush, itu nggak pernah mengkritik Obama secara terbuka ya. Begitu juga mantan-mantan Presiden Amerika terhadap Presiden Amerika yang saat ini menjabat. Begitu juga di konteks ke-Indonesiaan misalnya, kayak saya nih sekarang Ketua Komisi III DPR RI, yang namanya Pak Bambang Pacul, Pak Herman Hery, Pak Benny K. Harman, Pak Trimedya
Panjaitan, setahu saya nggak pernah menyerang saya secara terbuka seperti yang dilakukan oleh Dino ya, karena memang mereka menghormati saat ini yang menjabat ya Habiburokhman," lanjut Ketua Komisi III DPR itu.
Habiburokhman menilai, mantan pejabat pemerintahan harus memberikan kesempatan sesuai masa jabatannya untuk melakukan yang terbaik. "Kayak saya juga akan berpikir kelak, ya, saat tidak lagi sebagai Ketua Komisi III, saya nggak akan mengintervensi, nggak akan mengolok-olok Ketua Komisi III yang saat itu menjabat. Karena kesempatan saya menunjukkan hal-hal terbaik yang saya miliki adalah saat ini, ketika saat menjabat sebagai Ketua Komisi III," katanya.
"Jadi model komunikasi seperti dipertontonkan oleh Pak Dino menurut saya kurang pas," imbuh Habiburokhman.
Legislator Gerindra dari Dapil DKI Jakarta itu pun mengingatkan Dino Pati Jalal agar tidak memancing amarah publik yang kemudian membanding-bandingkan pejabat pemerintah sebelumnya dan yang menjabat saat ini. Apalagi menurut Habiburokhman, Dino hanya menjabat sebagai Wamenlu selama tiga bulan saja.
"Jangan memancing publik untuk membanding-bandingkan, kan susah kalau dibanding-bandingkan. Nanti dulu ditanya zamannya Pak Dino sehebat apa sih? Kok sekarang menjadi orang yang sok paling Kemlu gitu lho, sok paling Kemlu sendiri sedunia gitu kan ya. Nanti publik akan bertanya seperti
itu juga," katanya.
اقرأ أيضا:
Habiburokhman pun mengkritik balik Dino Pati Jalal soal pemahaman etika dalam konteks menyampaikan saran dan kritik. Ia menilai, seharusnya Dino lebih elegan dalam menyampaikan pendapat.
"Ini dapat dibedakan misalnya dengan teman-teman LSM mengkritik, ya silakan ya. Tapi kalau seorang mantan Wamenlu tiga bulan ya kan ya, menyampaikan kritikan ya hendaknya apa namanya lebih elegan gitu," ucapnya.
Sebab, Habiburokhmankhawatir akan ada yang mendefinisikan saran dan kritik Dino Pati Jalal sebagai serangan politik membabi buta dan olok-olok politik. "Ya silakan saja nanti dia jawab seperti apa sebenarnya.Saya pikir nggak ada istimewanya juga Pak Dino ya. Semua orang sama, warga negara ya. Yang mau mengkritik silakan ya, apakah terbuka atau tertutup," pungkasnya.
The English, Chinese, Japanese, Arabic, and French versions are automatically generated by the AI. So there may still be inaccuracies in translating, please always see Indonesian as our main language. (system supported by DigitalSiber.id)