JAKARTA - Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping memasuki hari kedua KTT di Beijing, Jumat. Mengutip laporan Kyodo News, Jumat, 15 Mei, dua ekonomi terbesar dunia itu diharapkan mencapai sejumlah kesepakatan bisnis besar.
Salah satu yang disorot ialah rencana pembelian besar-besaran kedelai dan produk pertanian Amerika oleh China. Trump juga mengatakan Xi setuju memesan 200 pesawat Boeing, seperti dikutip Kyodo dari wawancara Trump dengan Fox News.
Pada hari pertama, Trump dan Xi berbicara lebih dari dua jam. Mereka membahas perdagangan, masa depan Taiwan, dan perang AS-Israel melawan Iran.
Hari kedua diperkirakan menyentuh isu penting lain, yakni kemungkinan memperpanjang jeda perang dagang selama satu tahun yang dicapai Oktober lalu. Jeda itu masih rapuh karena konflik tarif kedua negara belum benar-benar selesai.
Xi menjamu Trump di Zhongnanhai, kompleks kepemimpinan Partai Komunis China di Beijing. Pembicaraan berlanjut sambil minum teh dan makan siang kerja.
Menurut Kementerian Luar Negeri China, Xi menyebut hubungan ekonomi kedua negara bersifat “saling menguntungkan”. Ia juga memuji hasil perundingan dagang terakhir di Korea Selatan yang dinilai “seimbang dan positif”.
Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengatakan kepada CNBC, kedua negara akan membahas pembentukan dewan investasi untuk bidang-bidang yang tidak sensitif.
Bessent juga menyebut Washington dan Beijing akan menyusun protokol pengembangan kecerdasan buatan atau AI secara aman. AS dan China sama-sama bersaing ketat dalam teknologi ini.
Perang Iran ikut masuk pembicaraan. Trump mengatakan Xi menawarkan bantuan untuk membuka Selat Hormuz dan berjanji tidak memasok peralatan militer ke Teheran.
Kementerian Luar Negeri China menyatakan jalur pelayaran perlu dibuka kembali secepat mungkin agar rantai pasok global tetap stabil dan tidak terhambat.
Trump bahkan menyebut AS dan China sebagai “G2”.
“Ini dua negara besar. Saya pikir ini akan tercatat sebagai momen yang sangat penting dalam sejarah,” kata Trump.
KTT ini juga membawa kepentingan bisnis. Trump didampingi sejumlah eksekutif besar Amerika, termasuk Elon Musk dari Tesla, Jensen Huang dari Nvidia, dan Tim Cook dari Apple. Menurut Gedung Putih, mereka mengikuti sebagian rangkaian pertemuan.
Pada Kamis, Perdana Menteri China Li Qiang bertemu perwakilan bisnis AS. Kantor berita Xinhua melaporkan Li menjanjikan komitmen Beijing terhadap keterbukaan ekonomi dan berharap perusahaan Amerika lebih aktif masuk pasar China.
Taruhan pertemuan ini besar: tarif, cip, AI, pesawat, kedelai, dan mineral tanah jarang. Sebelum jeda perang dagang disepakati Oktober lalu, tarif AS dan China sempat melonjak hingga tiga digit.
Kesepakatan saat itu juga menunda kontrol ekspor baru China terhadap mineral tanah jarang. Bahan ini penting untuk kendaraan listrik, semikonduktor, dan senjata canggih.
Hasil KTT Trump-Xi akan dipantau banyak negara karena menyangkut rantai pasok global. Jika konflik dagang dua raksasa ekonomi itu kembali memanas, dampaknya bisa terasa pada harga barang, industri teknologi, dan arus perdagangan dunia.
The English, Chinese, Japanese, Arabic, and French versions are automatically generated by the AI. So there may still be inaccuracies in translating, please always see Indonesian as our main language. (system supported by DigitalSiber.id)