JAKARTA — Presiden Donald Trump mengklaim Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy "belum siap" untuk menandatangani proposal perdamaian yang diajukan AS yang bertujuan untuk mengakhiri perang Rusia-Ukraina.
Trump mengkritik Zelenskyy setelah negosiator AS dan Ukraina menyelesaikan perundingan tiga hari pada Sabtu pekan lalu yang bertujuan untuk mempersempit perbedaan pendapat mengenai proposal pemerintah AS.
Namun, dalam wawancara dengan wartawan pada Minggu malam, Trump menyatakan pemimpin Ukraina tersebut menghambat kemajuan perundingan.
"Saya sedikit kecewa karena Presiden Zelenskyy belum membaca proposal tersebut, itu pun baru beberapa jam yang lalu. Rakyatnya menyukainya, tetapi dia belum," klaim Trump sebelum menghadiri Kennedy Center Honors dilansir ABC News, Senin, 8 Desember.
"Rusia, saya yakin, setuju dengan hal itu, tetapi saya tidak yakin Zelenskyy juga setuju. Rakyatnya menyukainya. Tetapi dia belum siap,” sambung Trump.
Yang pasti, Presiden Rusia Vladimir Putin belum secara terbuka menyatakan persetujuannya atas rencana Gedung Putih tersebut.
Bahkan, Putin pekan lalu mengatakan beberapa aspek proposal Trump tidak dapat dilaksanakan, meskipun draf aslinya sangat menguntungkan Moskow.
Trump menjalin hubungan yang panas-dingin dengan Zelenskyy sejak menduduki masa jabatan kedua di Gedung Putih, bersikeras perang tersebut merupakan pemborosan uang pajak AS.
Trump juga berulang kali mendesak Ukraina untuk menyerahkan tanah kepada Rusia guna mengakhiri konflik yang telah berlangsung hampir empat tahun, yang menurutnya telah menelan terlalu banyak korban jiwa.
Zelenskyy mengatakan pada akhir pekan lalu, ia telah melakukan "panggilan telepon yang substansial" dengan para pejabat Amerika yang terlibat dalam perundingan dengan delegasi Ukraina di Florida.
Dia telah menerima kabar terbaru melalui telepon dari para pejabat AS dan Ukraina dalam perundingan tersebut.
"Ukraina bertekad untuk terus bekerja dengan itikad baik bersama pihak Amerika untuk mencapai perdamaian sejati," tulis Zelenskyy di media sosial.
The English, Chinese, Japanese, Arabic, and French versions are automatically generated by the AI. So there may still be inaccuracies in translating, please always see Indonesian as our main language. (system supported by DigitalSiber.id)