JAKARTA - Presiden Amerika Serikat Donald Trump memuji "hari yang luar biasa bagi Timur Tengah" ketika Ia dan para pemimpin regional menandatangani deklarasi pada Hari Senin yang bertujuan untuk memperkuat gencatan senjata di Gaza, beberapa jam setelah Israel dan Hamas bertukar sandera dan tahanan.
Penandatanganan deklarasi sebagai penjaminan kesepakatan Gaza itu dilakukannya bersama dengan Presiden Mesir Abdel Fattah El-Sisi, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dan Emir Qatar Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani di Sharm El-Sheikh, Mesir.
Penandatanganan dalam "Sharm El Sheikh Summit For Peace: Agreement To End The War In Gaza" itu dihadiri sejumah pemimpin negara di dunia, di antaranya Presiden Prancis Emmanuel Macron, Kanselir Jerman Friedrich Merz, Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, Raja Yordania Abdullah II, hingga Presiden Palestina Mahmoud Abbas.
"Ini adalah hari yang luar biasa bagi dunia, ini adalah hari yang luar biasa bagi Timur Tengah," kata Presiden Trump, dilansir dari Arab News 14 Oktober.
"Dokumen ini akan menguraikan aturan dan regulasi serta banyak hal lainnya," lanjutnya sebelum menandatangani, mengulangi dua kali bahwa "dokumen ini akan bertahan."
Sebagai bagian dari rencana Presiden Trump untuk mengakhiri perang Gaza, kelompok militan Hamas pada Hari Senin membebaskan 20 sandera terakhir yang masih hidup yang ditawannya setelah dua tahun konflik di Gaza.
Sebagai imbalannya, Israel membebaskan 1.968 tahanan, sebagian besar warga Palestina, yang ditahan di penjara-penjaranya, menurut dinas penjara negara itu.
"We pursue a comprehensive vision of peace, security, and shared prosperity in the region, grounded in the principles of mutual respect and shared destiny.... We commit ourselves to a future of enduring peace." pic.twitter.com/qj38wYELVM
— The White House (@WhiteHouse) October 13, 2025
Kunjungan Trump ke Timur Tengah bertujuan untuk merayakan perannya dalam menengahi gencatan senjata dan kesepakatan pembebasan sandera minggu lalu — tetapi masih banyak yang harus dinegosiasikan.
Di antara potensi poin-poin penting adalah penolakan Hamas untuk melucuti senjata dan kegagalan Israel untuk berjanji menarik diri sepenuhnya dari wilayah yang hancur tersebut.
Namun, Pemimpin AS tersebut berulang kali mengisyaratkan keyakinannya gencatan senjata akan bertahan, dengan mengatakan dalam pertemuan bersama Presiden El-Sisi di Sharm El-Sheikh bahwa perundingan mengenai langkah selanjutnya dari rencana tersebut sedang berlangsung.
"Sejauh yang kami ketahui, fase 2 telah dimulai," ujarnya.
Diketahui, Presiden Trump mengumumkan rencana 20 poin perdamaian Gaza pada akhir September, yang membantu mewujudkan gencatan senjata.
Presiden Trump juga sempat bertemu dengan Presiden Palestina Mahmud Abbas di pertemuan puncak tersebut, yang tidak dihadiri oleh perwakilan Israel dan Hamas.
اقرأ أيضا:
Juru bicara Hamas, Hazem Qassem, pada Hari Senin mendesak Trump dan para mediator kesepakatan Gaza untuk "terus memantau perilaku Israel dan memastikan Israel tidak melanjutkan agresinya terhadap rakyat kami."
Hingga kemarin, kampanye Israel di Gaza telah menewaskan sedikitnya 67.869 orang dan melukai 170.105 lainnya, menurut angka dari Kementerian Kesehatan di wilayah yang dikuasai Hamas tersebut, yang dianggap kredibel oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa.
Data tersebut tidak membedakan antara warga sipil dan kombatan, tetapi menunjukkan lebih dari separuh korban tewas adalah perempuan dan anak-anak.
The English, Chinese, Japanese, Arabic, and French versions are automatically generated by the AI. So there may still be inaccuracies in translating, please always see Indonesian as our main language. (system supported by DigitalSiber.id)