Google Luncurkan Custom Satellite Embeddings untuk Pantau Perubahan Bumi Lebih Cepat
JAKARTA – Google memperkenalkan Custom Satellite Embeddings, fitur baru di Google Maps Platform yang memungkinkan organisasi memantau perubahan kondisi suatu wilayah dengan frekuensi lebih tinggi menggunakan teknologi kecerdasan buatan (AI). Layanan tersebut kini tersedia dalam tahap Enterprise Private Preview dan didukung model AlphaEarth Foundations dari Google DeepMind.
Sebelumnya, model AlphaEarth Foundations menghasilkan representasi geospasial berbasis citra satelit yang diperbarui setiap tahun melalui Google Earth Engine dan Google Cloud Storage. Dengan peluncuran Custom Satellite Embeddings, organisasi kini dapat membuat ringkasan data geospasial sesuai kebutuhan untuk wilayah dan rentang waktu tertentu.
اقرأ أيضا:
Google menyatakan pembaruan ini mengubah pendekatan pemantauan dari pembaruan tahunan menjadi pemantauan yang jauh lebih dinamis. Bergantung pada ketersediaan data, pengguna dapat menghasilkan ringkasan informasi secara bulanan, mingguan, bahkan dalam interval lima hari.
Model AlphaEarth Foundations mengolah berbagai sumber data menjadi representasi geospasial terpadu dalam format citra 64-band. Sistem tersebut menggabungkan citra optik, data elevasi, sinyal radar, serta pemetaan LiDAR tiga dimensi untuk menghasilkan gambaran kondisi permukaan bumi yang lebih lengkap.
Dengan mengombinasikan berbagai jenis data tersebut, model AI mampu menghasilkan tampilan yang lebih jelas, termasuk pada wilayah yang sering tertutup awan. Pendekatan ini membantu pengguna memperoleh informasi yang lebih konsisten dibandingkan hanya mengandalkan citra satelit optik.
Sebelumnya, data tahunan dari AlphaEarth Foundations telah dimanfaatkan untuk memetakan cadangan karbon hutan, mengidentifikasi fasilitas pertanian, serta mendeteksi perubahan bentang alam tanpa memerlukan infrastruktur komputasi maupun tim pembelajaran mesin yang kompleks.
Melalui Custom Satellite Embeddings, Google memperluas pemanfaatan teknologi tersebut ke berbagai sektor. Di bidang pertanian, data dapat digunakan untuk memantau klasifikasi tanaman, perkembangan musim tanam, hingga mengidentifikasi dampak badai terhadap lahan pertanian secara lebih cepat guna mendukung penyusunan proyeksi keuangan.
Di sektor bisnis, perusahaan dapat memanfaatkan layanan ini untuk menilai risiko perubahan iklim, memantau gangguan pada sektor pertanian, serta membantu memenuhi regulasi lingkungan, termasuk EU Deforestation Regulation, yang mengatur ketertelusuran rantai pasok terkait deforestasi.
Sementara itu, instansi pemerintah dapat menggunakan data tersebut untuk memantau pertumbuhan kawasan perkotaan maupun melakukan penilaian kerusakan setelah bencana. Penyedia layanan utilitas juga dapat memanfaatkan teknologi ini untuk mengawasi pertumbuhan vegetasi yang berpotensi mengganggu jaringan listrik maupun infrastruktur telekomunikasi.
Google juga membuka akses bagi perusahaan yang ingin menguji layanan tersebut melalui program Enterprise Private Preview di Google Maps Platform.
Selain untuk sektor komersial, Google meluncurkan program hibah bagi peneliti akademik. Melalui program tersebut, peneliti dari perguruan tinggi dan institusi akademik yang memenuhi syarat dapat mengajukan permohonan untuk memperoleh sampel data gratis melalui Google Earth Engine. Pendaftaran program hibah tersebut dibuka hingga 1 September 2026.