KDMK Dirancang Sesuai Karakteristik dan Hasil Pemetaan, Dirjen Bina Pemdes Pastikan Pendampingan
JAKARTA - Direktur Jenderal Bina Pemerintahan Desa, Kementerian Dalam Negeri La Ode Ahmad Pidana Bolombo mengungkapkan, program Kepala Desa Masuk Kampus (KDMK) dirancang sesuai karakteristik dan hasil pemetaan, dengan kepala desa yang mengikuti program tersebut akan mendapatkan pendampingan dari kementerian.
Hal tersebut dikatakan La Ode seiring dengan ditutupnya rangkaian Program KDMK Angkatan II yang diikuti kepala desa dari 32 provinsi di Universitas Indonesia, Depok, Kamis (16/7).
"Hari ini itu rangkaian akhir kegiatan Kepala Desa Masuk Kampus Angkatan Kedua. Ini satu kesatuan sebetulnya dengan Angkatan Pertama yang sudah dibuka 30 Juni yang lalu. Hari ini adalah penutupan," kata La Ode seperti dikutip dari keterangan tertulis, Kamis (16/7).
Lebih jauh dijelaskannya, materi pelatihan tidak disusun secara umum, melainkan berdasarkan hasil survei dan identifikasi potensi unggulan desa sebelum peserta mengikuti kegiatan.
"Jadi mereka ini, sebelum kita undang di kampus ini, kami bersama jajaran UI melakukan survei. Kita lakukan identifikasi dan penelitian di beberapa daerah sebagai sampel untuk menjadi rancangan modul dan bahan ajar di kampus ini," jelas La Ode.
Selain itu, menurutnya materi yang diberikan disesuaikan dengan karakteristik masing-masing desa, mulai dari sektor pariwisata dan ekowisata, digitalisasi pemerintahan, hingga pertanian, perkebunan, dan perikanan.
"Mereka datang berdasarkan karakteristik potensi unggulan yang ada di desa dan daerahnya masing-masing. Sehingga bahan ajar yang diberikan benar-benar disesuaikan dengan kebutuhan desa," urainya.
Ia menambahkan, penyusunan materi jua berdasarkan hasil pemetaan kondisi desa, sehingga pembelajaran menjadi lebih relevan dengan kebutuhan masing-masing wilayah.
"Profiling desa dan karakteristik yang ada di desa masing-masing itu kita sesuaikan. Berdasarkan hasil survei dan wawancara di lapangan, lahirlah formula bahan ajar yang memang dirancang khusus untuk pembelajaran Kepala Desa Masuk Kampus," tandasnya.
La Ode mengatakan, antusiasme peserta selama mengikuti pelatihan sangat tinggi. Berdasarkan laporan tenaga pengajar dan panitia, para kepala desa merasa mendapat penghargaan karena diundang mengikuti pembelajaran di Universitas Indonesia.
اقرأ أيضا:
"Antusiasme dari para peserta itu luar biasa. Mereka ada dari 32 provinsi. Alhamdulillah mereka merasa sebuah penghargaan, sebuah kehormatan mereka bisa dihadirkan oleh pemerintah pusat sebagai kepala desa hadir di salah satu kampus terbaik di Indonesia, Universitas Indonesia," katanya.
Usai pelatihan selama tiga hari, Kemendagri tidak langsung melepas para peserta. Seluruh kepala desa akan mendapatkan pendampingan secara daring selama dua bulan untuk memastikan hasil pelatihan dapat diterapkan.
"Ketika mereka pulang, kita lakukan asistensi kurang lebih dua bulan secara online. Kita pantau mereka, kita asistensi, kemudian kita evaluasi seberapa efektif hasil pembelajaran tadi. Lalu kita berikan guidance yang lebih aplikatif lagi," pungkas La Ode.