Pramono Persilakan Keluarga Tuntut Pemprov DKI usai Bocah Tewas Terjatuh di Lubang Proyek Manggarai 

JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mempersilakan keluarga bocah berinisial I (4) yang meninggal dunia usai terjatuh ke lubang proyek pembangunan lapangan multifungsi di kawasan Manggarai, Tebet, Jakarta Selatan, menempuh jalur hukum apabila menghendaki.

Pramono mengakui proyek tersebut merupakan proyek yang diinisiasi Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk pembangunan taman.

Meski demikian, Pramono menegaskan pemerintah tidak akan menghalangi apabila keluarga korban memutuskan membawa perkara tersebut ke ranah hukum.

"Kalau kemudian keluarga melakukan penuntutan, kami persilakan. Karena memang kejadian itu betul-betul di luar dugaan, anak kecil umur 3 tahun tengah malam masuk ke ruang gelap gulita kemudian jatuh ke dalam. Itu kejadian yang sebenarnya," kata Pramono di kawasan Kota Tua, Jakarta Barat, Senin, 29 Juni.

Pramono menjelaskan, berdasarkan laporan yang diterimanya, korban saat itu ikut menemani ibunya yang berjualan teh di kawasan Manggarai. Menjelang tengah malam, korban bermain ke area proyek yang seharusnya tertutup hingga akhirnya terjatuh ke lubang pengecoran.

"Kebetulan anak ini ikut menemani ibunya jualan teh di Manggarai. Jamnya itu sudah hampir jam 12 malam. Anak ini kemudian main ke ruang yang sebenarnya tertutup. Di ruang tertutup itu ada lubang untuk pengecoran di tempat itu," ucapnya.

Atas peristiwa tersebut, Pramono menyampaikan belasungkawa dan memastikan Pemprov DKI telah memberikan pendampingan kepada keluarga korban sejak malam kejadian.

Ia menambahkan, pemerintah juga telah mengerahkan jajaran di wilayah untuk mendampingi keluarga hingga proses pemakaman.

"Saya pada waktu malam itu juga sudah memerintahkan untuk memberikan support sepenuhnya kepada keluarga, termasuk macem-macemnya sudah ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah DKI Jakarta," jelas Pramono.

Pada Minggu dini hari, polisi menerima laporan warga mengenai seorang anak yang terperosok ke dalam lubang proyek di Taman RW 04, Jalan Manggarai Utara II, Kelurahan Manggarai, Kecamatan Tebet.

Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 23.40 WIB, saat itu korban sedang bermain bersama teman-temannya di sekitar area proyek tersebut. Korban terjatuh ke dalam lubang proyek dengan kedalaman sekitar 3,5 hingga 4 meter dan diameter sekitar 30 x 30 sentimeter (cm).

Teman-teman korban kemudian meminta pertolongan kepada petugas Pos Komando Taktis (Poskotis) Manggarai yang selanjutnya diteruskan kepada petugas piket fungsi Polsek Tebet dengan mendatangi tempat kejadian perkara (TKP).

Pada tahap awal, petugas berupaya melakukan evakuasi secara manual dengan memasukkan personel bertubuh kecil ke dalam lubang untuk menarik korban keluar.

Namun, upaya tersebut belum membuahkan hasil karena ukuran lubang yang sempit serta kondisi korban yang mengalami trauma.

Petugas kemudian berkoordinasi dengan sejumlah instansi terkait, di antaranya Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat), Puskesmas Tebet, RSUD Tebet, serta mendatangkan alat berat untuk membantu proses penyelamatan.

Dua unit ekskavator dikerahkan untuk melakukan penggalian secara hati-hati dengan terlebih dahulu membuat jalur aman di sisi lubang guna menghindari longsor.

Polisi juga memasang garis polisi di sekitar lokasi untuk mengamankan area dan mencegah kerumunan warga menghambat proses evakuasi.

Setelah proses penyelamatan berlangsung sekitar empat jam, korban akhirnya berhasil dievakuasi pada sekitar pukul 03.55 WIB dan langsung dibawa ke RSCM untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut. Korban sempat berhasil dievakuasi dalam kondisi hidup, namun nyawanya tidak tertolong saat dalam perjalanan menuju rumah sakit.