Bahlil Tetapkan Harga LNG untuk Industri Jadi 13 Dolar per MMBTU
JAKARTA - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menurunkan harga gas industri khususnya Liquefied Natural Gas (LNG) yang sebelumnya 20 dolar AS hingga 23 dolar AS per MMBTU menjadi 13 dolar AS per MMBTU.
Ketua Umum Partai Golkar ini menjelaskan, selama 10 hari terakhir, pihaknya telah menerima banyak masukan dari asosiasi pekerja dan asosiasi pelaku industri terkait kenaikan harga gas industri dalam skema Harga Gas Bumi Tertentu (HGBT).
Kenaikan gas industri ini diyakini bisa memicu gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) di dunia industri manufaktur. Asal tahu saja, harga
"Diturunkan menjadi 13 dolar AS per MMBTU. Jadi dari 20 sampai 23 dolar AS per MMBTU, sekarang diturunkan menjadi 13 dolar AS per MMBTU," ujar Bahlil, Senin 29 Juni.
Ia menegaskan, penurunan harga ini hanya berlaku pada gas hasil regasifikasi LNG, sementara harga gas pipa masih berada pada kisaran 6,5 dolar AS hingga 7 dolar AS per MMBTU.
Lebih jauh ia menambahkan, keputusan ini diambil setelah dirinya melakukan pertemuan langsung dengan Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Simon Aloysius Mantiri dan Direktur Utama PT PGN Tbk, Arief K. Risdianto terkait harga gas.
"Memang ini tidak mengenakkan semuanya, tapi kita harus ikat pinggang untuk menyelamatkan lapangan pekerjaan," lanjut Bahlil.
Lebih lanjut Bahlil menjelaskan jika, kekhawatiran pelaku industri terkait HGBT bermula dari produksi gas di Jawa bagian barat mengalami penurunan sehingga berimbas pada pasokan gas pipa untuk industri. Menurutnya, situasi ini hanya terjadi di Jawa bagian barat, sementara pasokan di Jawa bagian timur tidak mengalami kendala pasokan.
また読む:
Kekurangan pasokan ini, lanjut dia, menyebabkan pelaku usaha kemudian beralih menggunakan LNG yang dipasok dari wilayah Papua, Sulawesi, Kalimantan, dan beberapa daerah luar Jawa lainnya dengan harga yang tidak murah.
"Kemudian harganya naik sampai dengan harga di pasaran itu 20-23 dolar per MMBTU, itulah yang menjadi penyebab kenapa teman-teman dari sektor industri meminta pemerintah harus turun tangan," tandas Bahlil.