BYD Siapkan Atto 2 Versi Baru Dibekali LiDAR dan Sistem Penggerak Roda Belakang

JAKARTA - BYD tengah menyiapkan pembaruan untuk Atto 2 yang di pasar domestik China dipasarkan dengan nama Yuan UP. Kemunculan foto-foto mata-mata memperlihatkan sejumlah perubahan signifikan pada crossover listrik tersebut.

Seperti dikutip dari Carnewschina, Senin, 29 Juni, Atto 2 terbaru terlihat menggunakan balutan warna turquoise dengan aksen senada pada bumper, gagang pintu, spion luar, dan side skirt. Belum diketahui apakah sentuhan tersebut akan menjadi paket kosmetik opsional atau sekadar kamuflase yang digunakan selama proses pengujian.

Selain itu, perubahan eksterior terbilang minim. Salah satu perbedaannya adalah hilangnya lis berwarna pada bagian bawah bumper depan. Sementara di dalam kabin, desainnya masih mempertahankan tata letak sebelumnya.

Perbedaan yang paling mencolok dibandingkan versi global adalah penggunaan logo "Yuan" pada lingkar kemudi. BYD juga memindahkan port pengisian daya dari fender depan ke bagian belakang kendaraan sehingga tampil menyerupai posisi tutup tangki bahan bakar mobil konvensional.

Perubahan ini diyakini menjawab keluhan sejumlah pengguna di China yang lebih terbiasa memarkir kendaraan dengan posisi mundur saat mengisi daya. Ubahan terbesar justru terjadi pada sektor teknis. Atto 2 versi terbaru dibangun dengan sasis yang telah direvisi dan kini mengusung konfigurasi motor listrik di belakang untuk menghasilkan sistem penggerak roda belakang.

Di pasar China, model ini akan tersedia dengan motor bertenaga 100 kW dan 120 kW atau setara 134 hp serta 161 hp. Angka tersebut memang sedikit lebih rendah dibandingkan varian sebelumnya yang menggunakan motor depan berkekuatan 130 kW atau 174 hp.

Sementara itu, BYD Atto 2 versi global saat ini masih ditawarkan dengan motor depan berkekuatan 130 kW dan 150 kW atau 174 hp hingga 201 hp. Besar kemungkinan BYD akan memberikan peningkatan tenaga pada model ekspor yang telah diperbarui, sebagaimana strategi yang selama ini diterapkan pada sejumlah kendaraan global mereka.

Peralihan ke sistem RWD juga membawa dampak positif terhadap ruang kabin. Jarak sumbu roda bertambah 150 mm, dari sebelumnya 2.620 mm menjadi 2.770 mm.

Penambahan dimensi tersebut diyakini memberikan ruang kaki penumpang belakang yang lebih lega sekaligus meningkatkan kenyamanan di dalam kabin. Dokumen pemerintah China juga menunjukkan dimensi bodi yang sedikit lebih panjang dan lebih lebar dibandingkan model saat ini.

Penyempurnaan lainnya hadir pada sektor suspensi. Seluruh varian diperkirakan menggunakan suspensi depan MacPherson strut dan suspensi belakang multi-link. Konfigurasi ini diharapkan mampu meningkatkan kenyamanan sekaligus kualitas pengendalian, sehingga lebih kompetitif menghadapi rival utamanya, Geely EX2.

BYD juga akan menawarkan sensor LiDAR sebagai fitur opsional pada Atto 2. Sebelumnya, pabrikan tersebut telah menyediakan sistem DiPilot 300 berbasis LiDAR untuk Dolphin dan Dolphin Surf atau Seagull di pasar China sebagai opsi tambahan dengan harga sekitar 12.000 yuan atau sekitar Rp27 juta.

Sebaliknya, sejumlah kompetitor di segmennya seperti Geely EX2, Changan Nevo Q05, dan MG4 Urban masih mengandalkan sistem bantuan mengemudi berbasis kamera serta radar tanpa dukungan LiDAR.

Di sisi lain, Atto 2 terbaru masih belum mengadopsi teknologi pengisian daya cepat terbaru yang belakangan banyak diperkenalkan BYD. Mobil ini tetap menggunakan baterai LFP berkapasitas 42 kWh dan 52 kWh dengan estimasi jarak tempuh berdasarkan standar CLTC masing-masing 410 km dan 505 km.

Paket baterai tersebut diperkirakan masih memanfaatkan Blade Battery generasi pertama yang bekerja pada arsitektur kelistrikan 400 volt. Dari sisi penjualan, Atto 2 masih tertinggal dari Geely EX2 di pasar China.

Pada periode yang sama, model pesaing tersebut mampu mencatatkan penjualan hingga 38.751 unit atau lebih dari dua kali lipat dibandingkan Atto 2. Namun, dengan hadirnya pembaruan pada sasis, sistem penggerak, serta penambahan fitur LiDAR, BYD berpeluang meningkatkan daya saing Atto 2 di segmen crossover listrik yang semakin kompetitif.