Pemilik Mobil Listrik di China Keluhkan Penurunan Performa Baterai usai Update OTA

JAKARTA - Sejumlah pemilik kendaraan energi baru atau NEV di China mengeluhkan penurunan performa baterai setelah mobil mereka menerima pembaruan perangkat lunak jarak jauh atau over theair (OTA). Beberapa pengguna mengaku kendaraan listrik yang sebelumnya mampu menempuh jarak sekitar 500 km berdasarkan standar CLTC kini hanya bisa digunakan kurang dari 300 km dalam kondisi nyata.

Laporan mengenai praktik yang dikenal sebagai “penguncian baterai” itu diangkat oleh lembaga penyiaran pemerintah China Media Group. Selain penurunan jarak tempuh, sejumlah pemilik juga menyebut waktu pengisian cepat DC menjadi lebih lama setelah pembaruan perangkat lunak dilakukan, dari semula sekitar 40 menit menjadi hingga 70 menit.

Melansir dari Carnewschina, Senin, 11 Mei, istilah “penguncian baterai” di China merujuk pada tindakan produsen mobil yang mengubah parameter sistem manajemen baterai (BMS) melalui pembaruan OTA atau pemrograman ulang di dealer.

Pemilik kendaraan menuding perubahan tersebut dilakukan tanpa penjelasan rinci. Di mana, berdampak pada kapasitas baterai yang bisa digunakan, pembatasan daya pengisian, hingga pengurangan kedalaman pengosongan baterai.

Peneliti industri otomotif Zhang Xiang menjelaskan kepada media setempat bahwa produsen dapat melakukan pembatasan dengan mengubah ambang pengisian dan pengosongan dalam sistem BMS. Menurut dia, langkah tersebut memang dapat membantu mengurangi risiko thermal runaway serta memperlambat degradasi baterai, tetapi konsekuensinya adalah jarak tempuh yang berkurang dan proses pengisian daya menjadi lebih lambat.

Salah satu pemilik kendaraan yang diwawancarai mengaku mobilnya sebelumnya mampu menerima pengisian lebih dari 100 kWh sebelum pembaruan OTA dilakukan. Namun setelah pembaruan, kapasitas pengisian hanya berada di kisaran 80 kWh, meskipun indikator kesehatan baterai masih menunjukkan angka 95 persen.

Pemilik tersebut juga menyebut jarak tempuh riil mobilnya turun dari sekitar 450–480 km menjadi di bawah 400 km. Pemerintah China sendiri diketahui telah menerbitkan aturan terbaru terkait pengelolaan pembaruan OTA kendaraan listrik pada Maret lalu melalui Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi serta Administrasi Negara untuk Regulasi Pasar.

Regulasi itu memuat apa yang disebut media lokal sebagai empat larangan OTA, termasuk larangan melakukan penguncian baterai tanpa pemberitahuan, pembaruan diam-diam secara paksa, hingga penggunaan OTA untuk menghindari penarikan kembali produk.

Laporan tersebut juga menyinggung rumor yang beredar di internet terkait delapan produsen mobil yang disebut dipanggil regulator karena isu penguncian baterai, serta tiga perusahaan yang dikabarkan tengah diselidiki. Namun, Asosiasi Produsen Mobil China membantah kabar tersebut dan menegaskan bahwa informasi itu tidak memiliki sumber resmi serta tidak sesuai fakta.

Beberapa produsen kendaraan listrik seperti BYD, Tesla, dan Zeekr juga telah membantah tudingan yang beredar secara online. Sebelumnya, BYD bahkan disebut mengancam akan menempuh jalur hukum terhadap akun-akun yang menyebarkan rumor terkait isu tersebut.

Perdebatan mengenai penguncian baterai turut memicu diskusi lebih luas terkait keamanan baterai dan tekanan pengisian daya ultra cepat di industri kendaraan listrik China. Awal bulan ini, pengujian siaran langsung terhadap sistem pengisian daya cepat megawatt milik BYD mencatat suhu baterai mencapai 76 derajat Celsius, yang memicu kekhawatiran soal manajemen panas saat proses pengisian berlangsung.

Pakar hukum Zheng Fei menilai perubahan parameter kendaraan dari jarak jauh tanpa persetujuan pemilik berpotensi menimbulkan persoalan hukum, termasuk terkait hak kepemilikan, perlindungan konsumen, dan regulasi data pribadi. China Media Group juga menyebut perubahan parameter OTA umumnya tersimpan di sistem cloud milik produsen mobil, sehingga sulit diverifikasi secara independen oleh pemilik kendaraan biasa.

Konsumen yang mencurigai adanya perubahan OTA tanpa izin disarankan menonaktifkan pembaruan otomatis, menyimpan catatan pengisian daya dan versi perangkat lunak, serta meminta inspeksi pihak ketiga bila memungkinkan. Pakar hukum di China juga menyarankan agar pengaduan diajukan melalui platform perlindungan konsumen 12315 atau saluran pengaduan milik MIIT.