Tidak Ada Mohamed Salah, Liverpool Malah Menang Lawan Inter Milan
JAKARTA - Lverpool berhasil bangkit dan kembali ke jalur menang justru saat tidak memainkan Mohamed Salah. Di pertandingan Liga Champions di Stadion San Siro, Milan, Rabu, 10 Desember 2025 dini hari WIB, Liverpool mengalahkan tuan rumah Inter Milan 1-0.
Salah kembali tidak diturunkan saat Liverpool menyambangi markas Inter. Tidak hanya tak masuk skuad, dirinya juga tidak dibawa ke Milan saat Liverpool melakoni laga tandang.
Saat rekan-rekannya berusaha kembali ke jalur setelah menuai hasil buruk karena ditahan Leeds United 3-3 di Premier League Inggris, Salah justru terlihat menjalani latihan sendirian.
Dia mengunggah foto saat sendirian berada di gym klub. Aksi kapten tim nasional Mesir ini kembali memunculkan kontroversi dan kegaduhan di internal klub. Apalagi, sebelumnya Salah berucap ‘dirinya seperti dilemparkan ke bawah bus’. Pernyataan itu terucap setelah Salah tak lagi menjadi pilihan pertama dan dibangkucadangkan Slot.
Bukannya mengundang simpati, aksi Salah saat swafoto sendirian di tempat fitnes malah menjadi sasaran kritikan. Media Inggris The Sun menulis Salah justru seperti anak sekolah nakal yang mendapat hukuman dari guru saat teman-temannya menikmati permainan dan berjalan-jalan.
Manajer Arne Slot juga menunjukkan setelah tidak ada Salah, Liverpool justru bermain lebih baik. Terutama setelah Slot mengubah skema bermain tim.
Pada awalnya, skema 4-4-2 menjadi pilihan dan membawa Liverpool memenangi titel Premier League di musim lalu. Salah juga menunjukkan performa maksimal sehingga mendapat kontrak baru dari klub. Kontrak yang akan berakhir pada 2027 itu sekaligus memupus rumor Liverpool bakal melepas Salah ke klub Arab Saudi.
Namun kini rumor itu bakal menjadi kenyataan dan The Reds kemungkinan besar bakal melego Salah di akhir musim kompetisi.
Bagaimana tidak, saat Slot mencoba bertahan dengan skema 4-4-2 di musim ini, performa tim dan Salah malah berantakan. Kini, dirinya memakai skema 4-3-3 saat tampil di San Siro. Hasilnya, Inter menang tipis satu gol meski lewat titik penalti.
Ironisnya satu-satunya gol Liverpool dihasilkan Dominik Szoboszlai yang menggantikan tugas Salah sebagai eksekutor penalti. Kemenangan 1-0 yang membuat lega Slot karena posisinya sudah terancam menyusul hasil buruk tim di Liga Inggris.
Bahkan harapan The Pool mempertahankan gelar liga hampir dipastikan pupus. Liverpool masih tertahan di peringkat 10 dan sudah tertinggal 10 poin dari pimpinan klasemen Arsenal.
Meski demikian kemenangan atas Inter tidak hanya membawa Liverpool ke peringkat delapan sekaligus masuk zona lolos otomatis ke babak knockout. Namun kepercayaan diri pemain bisa terdongkrak karena mereka mampu mengalahkan salah satu tim kuat di Serie A Italia. Kemenangan yang kian berarti karena diraih Liverpool di kandang lawan.
“Kami tertinggal tiga poin dari Inter saat mengawali laga. Jadi hal terbaik yang dilakukan adalah menang di sini [San Siro]. Harus diakui mereka tim yang bagus. Namun secara keseluruhan kami menunjukkan penampilan terbaik,” kata Slot seperti dikutip UEFA.
“Kami tidak akan minta lebih bila menyaksikan penampilan mereka yang luar biasa saat menghadapi Inter yang menurunkan tim terkuat. Pemain menunjukkan mentalitas dan ini hasil yang sangat memuaskan,” ucap eks pelatih Feyenoord ini.
Meski kalah di kandang sendiri, posisi Inter sudah cukup aman dan tetap bertahan di delapan besar. Memiliki poin sama dengan Liverpool, namun Nerazzurri masih unggul selisih gol sehingga menempati peringkat enam. Hanya posisi Inter belum aman karena mereka bakal melakoni dua laga tak mudah melawan Arsenal dan Borussia Dortmund. Namun Inter tetap berpeluang mengalahkan Arsenal yang kemungkinan tidak menurunkan skuad terbaik karena sudah lolos ke babak knockout.
Di laga besar itu, Slot menurunkan duet penyerang Hugo Ekitike dan Alexander Isak. Liverpool yang hanya menang empat kali dari 15 pertandingan terakhir di berbagai kompetisi sesungguhnya mengawali laga secara tidak meyakinkan. Hanya saja, Inter gagal memberi tekanan terhadap Liverpool. Tidak ada satu pun tendangan dari pemain Inter yang mengarah ke gawang.
Liverpool secara perlahan mulai bangkit dan menunjukkan penampilan menyerang. Bahkan Liverpool sempat unggul saat sundulan Ibrahima Konate di hadapan suporter garis keras Inter, Curva Nord, sukses membobol gawang tuan rumah di menit 32.
Namun wasit meninjau gol itu lewat VAR. Cukup lama karena wasit Felix Zwayer butuh waktu hampir empat menit untuk mencermati insiden itu. Hasilnya, gol dianulir karena Ekitike dinyatakan menyentuh bola dalam proses terciptanya gol itu.
Batal kebobolan menjadikan Inter bangkit dan kian agresif menekan pertahanan Liverpool. Peluang bagus diperoleh kapten Lautaro Martinez untuk mencetak gol. Namun sundulannya yang menyambut bola silang bek Alessandro Bastoni bisa digagalkan kiper Alisson Becker.
Di babak kedua, Inter dan Liverpool bermain imbang. Mereka bergantian melakukan tekanan terhadap pertahanan lawan. Liverpool cukup kesulitan menghadapi pertahanan solid pasukan Cristian Chivu. Meski demikian, tim tamu akhirnya mendapat peluang lewat Conor Bradley. Hanya saja sepakannya masih bisa digagalkan kiper Yann Sommer.
Saat pertandingan diperkirakan berakhir imbang, Liverpool mendapat peluang setelah Florian Wirtz yang masuk menggantikan Isak dijatuhkan Bastoni di kotak penalti. Wasit kembali meninjau insiden itu lewat VAR. Hasilnya, Bastoni dinyatakan melakukan pelanggaran dan wasit menunjuk titik putih.
Eksekusi penalti biasanya dilakukan Salah. Tetapi kini Szoboszlai yang melakukannya. Pemain timnas Hungaria ini sukses menuntaskan eksekusi dan membawa Liverpool unggul 1-0 di menit 86. Tidak ada gol lagi dan skor itu bertahan hingga laga usai.