Kali ini, PSV Permalukan Liverpool yang Kian Terpuruk di Anfield

JAKARTA -  Liverpool kian terpuruk tidak hanya di Premier League Inggris tetapi juga Liga Champions. Kali ini, giliran PSV Eindhoven yang mempermalukan Liverpool dengan mengalahkannya 4-1 dalam laga di Stadion Anfield, Kamis, 27 November 2025 dini hari WIB.

Manajer Arne Slot mungkin hanya beruntung saja membawa Liverpool menjadi juara Premier League dalam debutnya menggantikan Juergen Klopp. Pasalnya, Slot hanya meneruskan tim yang sudah terbentuk di era kepemimpinan Klopp.

Saat Slot mendapat kesempatan memperbarui skuad dengan mendatangkan banyak pemain, termasuk Alexander Isak yang memecahkan rekor transfer Liga Inggris, Liverpool malah jeblok.

Tak butuh lama, proyek Slot mempertahankan titel liga sudah ambruk. Mereka menelan enam kekalahan dari tujuh pertandingan di berbagai kompetisi.

Liverpool sempat bangkit saat mengalahkan Aston Villa 2-0 di kompetisi domestik dan kemudian menaklukkan Real Madrid 1-0 di Liga Champions. Hanya, Virgil van Dijk dkk kemudian kembali terpuruk setelah dibantai Manchester City 3-0.

Tak berhenti di situ, saat kembali bertanding di Anfield dengan menjamu Nottingham Forest, The Reds optimistis bangkit. Namun lagi-lagi, mereka kena hajar Forest dengan skor sama tiga gol.

Puncaknya saat kembali bermain di hadapan pendukung sendiri untuk kali kedua secara berturut-turut di Liga Champions, Liverpool kalah lagi. 

Ini kekalahan pertama di kandang sendiri selama lima tahun terakhir berlaga di kompetisi Eropa. Ironisnya, PSV yang menaklukkan pasukan Slot merupakan tim papan bawah.

Ini juga menjadi catatan buruk Liverpool sejak musim 1953/1954 yang menjadikan posisi Slot mulai tak nyaman. Apalagi, fans yang marah sempat mencemooh mantan pelatih Feyenoord itu sebelum meninggalkan tempat duduk. Ya, suporter sudah pergi saat kedudukan 3-1 untuk PSV. Dan ironisnya lagi pemain Liverpool tidak termotivasi untuk mengejar ketinggalan tetapi malah kembali kebobolan.

Hasil yang memalukan karena PSV seolah mengajari pemain Liverpool bagaimana bermain bola dan bertahan dengan baik. Bagaimana tidak, gawang Liverpool sudah kebobolan 10 kali hanya dari tiga pertandingan terakhir di berbagai kompetisi.

Kekalahan lawan PSV menjadikan Liverpool tertahan di peringkat 13 dengan poin sembilan. Bila tak memperbaiki peringkat dan masuk delapan besar, Liverpool harus melakoni playoff untuk mendapatkan tiket ke 16 besar.

Begitu pula PSV yang berhasil naik peringkat. Bila sebelumnya klub Eredivisie Belanda ini berkutat di papan bawah, kini tim asuhan Peter Bosz berhasil naik ke peringkat 15 dengan poin delapan. Mereka berhasil masuk zona playoff dan membuka peluang untuk bertarung memperebutkan tiket ke babak knock out.

Di pertandingan itu, Slot kembali membangkucadangkan Isak yang tak kunjung menunjukkan ketajamannya. Namun dengan mengandalkan Hugo Ekitike yang di-support Mohamed Salah dan Cody Gakpo di lini depan gagal menunjukkan ketajamannya.

Bahkan Liverpool sudah kebobolan saat laga baru berjalan enam menit. Gara-garanya Van Dijk melakukan kesalahan saat menyundul bola. Tangannya malah ikut naik dan menyentuh bola sehingga dinyatakan handball.

Meski menyatakan dirinya dilanggar saat memblok bola mati itu, namun wasit tetap pada keputusannya. Striker veteran Ivan Perisic sukses menuntaskan eksekusi penalti yang membawa PSV unggul 1-0.

Liverpool sesungguhnya berhasil bangkit dan tak butuh waktu lama untuk menyamakan kedudukan. Di menit 16, gelandang Dominik Szoboszlai sukses memaksimalkan bola rebound untuk mengubah skor menjadi 1-1.

Gol berawal dari aksi Gakpo yang berlari dan melepaskan tendangan keras ke gawang. Kiper Matej Kovar memang berhasil membloknya tetapi gagal mengamankan bola. Akibatnya, bola rebound yang langsung disambar Szoboszlai.

Setelah gol itu, kedua tim bergantian melakukan tekanan. Van Dijk nyaris membobol gawang PSV saat menyambut sepak pojok Salah. Sayangnya sundulan dia masih membentur tiang gawang.

Selanjutnya, sepakan Ekitike dari jarak dekat bisa digagalkan secara gemilang oleh Kovar. Tidak ada gol yang tercipta sehingga skor imbang itu bertahan hingga akhir babak pertama.

Memasuki babak kedua, Liverpool mengambil inisiatif menyerang. Hanya serangan mereka selalu kandas di barisan pertahanan PSV. Sebaliknya, pertahanan The Pool lebih mudah ditembus.

Hasilnya, kiper Giorgi Mamardashvili harus memungut bola dari gawangnya untuk kali kedua setelah Guus Til mencetak gol di menit 56. Gol ini tercipta saat gelandang Mauro Junior menunjukkan aksi melewati bek Milos Kerkez sebelum melepas umpan kepada Til. Dirinya pun melepaskan tendangan keras yang menaklukkan Mamardashvili.

Gol yang mengubah skor menjadi 2-1 seperti mematikan Liverpool. Para pemain tuan rumah terlihat frustrasi karena kesulitan mengejar ketinggalan.

Apalagi Liverpool kembali kebobolan gara-gara blunder Ibrahima Konate yang umpannya berhasil diserobot Ricardo Pepi yang kemudian memberikan bola kepada Couhaib Driouech.

Tanpa kesulitan dia menaklukkan Mamardashvili yang memperbesar keunggulan PSV menjadi 3-1 di menit 73.

Meski sudah tertinggal, Liverpool tetap kesulitan mencetak gol. Sebaliknya PSV kian enjoy dengan pertandingan tersebut. Bahkan Driouech berhasil mencetak brace di injury time yang mengubah skor menjadi 4-1. PSV menutup laga dengan skor tersebut.