Arsenal vs Tottenham Hotspur: Operasi Khusus Thomas Frank

JAKARTA - Kehilangan bek tengah Gabriel Magalhaes menjadi problem serius Arsenal saat menghadapi tetangga sebelah Tottenham Hotspur dalam The North London Derby di Premier League Inggris. Manajer Hotspur Thomas Frank menyiapkan operasi khusus yang memaksimalkan peluang absennya Gabriel dalam laga di Stadion Emirates, Minggu, 23 November 2025 malam WIB.

Arsenal, untuk kali pertama, selama dua tahun terakhir, tidak diperkuat Gabriel saat melakoni derbi London Utara. Cedera paha saat Gabriel membela tim nasional Brasil di laga uji coba menjadikan dia harus menepi paling tidak selama satu bulan. Dia diperkirakan baru pulih dan kembali bermain pada Januari 2026.

Repotnya saat kehilangan bek andalan, Arsenal langsung bertemu lawan berat saat mengawali kompetisi domestik setelah jeda internasional. Bagaimana tidak pada dua dari tiga laga melawan Spurs, Gabriel mengambil peran penting dan tampil sebagai man of the match.

Kini, dia harus absen di big match tersebut. Repotnya, Arsenal juga kehilangan bek Riccardo Calafiori yang belum pulih dari cedera. Ini menjadikan manajer Mikel Arteta merombak sektor belakang dengan menyiapkan dua bek yang sesungguhnya minim menit bermain, Piero Hincapie dan Cristhian Mosquera.

Hincapie sendiri yang dipinjam dari Bayer Leverkusen belum mendapat kepercayaan dari Arteta sehingga jarang diturunkan. Bek tengah timnas Ekuador ini baru bermain selama 26 menit di Premier League.

Begitu pula Mosquera yang masih berusia 21 bakal menanggung beban psikologis karena saat menjadi starter langsung bermain di derbi sarat emosi dan gengsi ini.

Ini yang hendak dimaksimalkan Frank untuk mendulang poin di Emirates. Menurut Evening Standard, Frank menyiapkan operasi khusus untuk memanfaatkan celah di lini belakang yang ditinggalkan Gabriel dengan memainkan dua penyerang sekaligus.

Skema itu memang tak lagi familiar karena pelatih atau manajer lebih sering memainkan centre forward. Sebagai ujung tombak tunggal, dirinya bakal mendapat support penuh dari dua sayap.

Namun kali ini, Frank akan menduetkan Richarlison dengan Mohamed Kudus yang pernah dimainkan saat menghadapi Paris Saint-Germain di laga UEFA Super Cup. Hasilnya memang mengesankan karena Kudus mampu merepotkan pertahanan PSG. Bahkan PSG butuh adu penalti untuk mengalahkan The Lilywhites.

Sebaliknya, strategi Frank berjalan sangat efektif saat Hotspur menyambangi markas Manchester City. Bermain di Etihad, mereka sukses mempermalukan Man City 2-0.

Frank termotivasi untuk menaklukkan Arsenal di Emirates. Terutama setelah Hotspur nyaris menang saat menjamu Manchester United sebelum jeda internasional. Mereka sudah unggul 2-1 lewat gol Richarlison di injury time. Namun beberapa saat sebelum bubaran, sundulan bek Man Utd Matthijs de Ligt mengubah skor menjadi 2-2 yang membuat Hotspur gigit jari karena hanya mampu meraih satu poin di kandang sendiri.

Bila mampu memenuhi target, Frank bakal menjadi manajer pertama setelah Harry Redknapp yang membawa Hotspur mengalahkan Arsenal di kandangnya.