Hamas Bantah Tembaki Pasukan Israel di Rafah yang Picu Serangan Udara
JAKARTA - Hamas membantah bertanggung jawab atas serangan terhadap pasukan Israel di kota Rafah, Gaza selatan, yang memicu Israel untuk melancarkan serangan di Gaza.
Kelompok militan Palestina itu juga mengatakan pihaknya tetap berkomitmen pada kesepakatan gencatan senjata yang ditengahi AS di Gaza.
Sebelumnya pada Selasa, media Israel melaporkan adanya baku tembak antara pasukan Israel dan pejuang Hamas di Rafah.
Sebelumnya militer Israel mengklaim akan mematuhi perjanjian gencatan senjata di Gaza, setelah serangan udara di Gaza menewaskan 104 orang.
Israel yang melancarkan serangan udara di Gaza pada Selasa malam, mengatakan pihaknya meningkatkan serangan tersebut sebagai balasan atas aksi militan Palestina menewaskan seorang tentara.
اقرأ أيضا:
Dilansir Reuters, Rabu, 29 Oktober, militer Israel mengatakan mereka akan terus menegakkan perjanjian gencatan senjata dan akan menanggapi dengan tegas "setiap pelanggaran".
Otoritas kesehatan Gaza mengatakan serangan Israel menewaskan 104 orang, termasuk lima orang di rumah yang terkena serangan di kamp pengungsi Bureij di Jalur Gaza tengah, empat orang di gedung di lingkungan Sabra, Kota Gaza, dan lima orang di dalam mobil di Khan Younis.
Seorang pejabat militer Israel mengatakan Hamas telah melanggar gencatan senjata dengan melakukan serangan terhadap pasukan Israel yang ditempatkan di dalam apa yang disebut "garis kuning", garis penempatan yang disepakati dalam gencatan senjata.
Perjanjian tersebut mulai berlaku pada 10 Oktober, menghentikan perang selama dua tahun yang dipicu oleh serangan mematikan yang dipimpin Hamas terhadap Israel pada 7 Oktober 2023.