Nirina Zubir hingga Omara Esteghlal Puji Debut Sutradara Kristo Immanuel, Tinggal Meninggal

JAKARTA - Imajinari kembali menelurkan sutradara baru, Kristo Immanuel dengan film perdananya, Tinggal Meninggal. Dikerjakan bersama Jessica Tjiu, film ini mendapat banyak pujian dari para pemain karena kerapihan dan presisi yang dibuat Kristo.

“Pertama kali main dan didirect teman sendiri dan hasilnya melebihi ekspektasi. Kristo itu orangnya detail dan care sama semua cast-nya jadi kita dibrief dengan jelas jadi kita tau karakternya. Dia menjelaskan dengan detail dan tahu berekspresi seperti apa,” kata Mario Caesar dalam konferensi pers di Jakarta Selatan pada Rabu, 6 Agustus.

Nirina Zubir sebagai salah satu aktor senior dalam film ini, mengaku sangat tertarik sejak ditawarkan ceritanya oleh Kristo.

“Kristo tuh detail jadi kita semua tahu apa yang harus dilakukan. Menurut Dipa dan Ernest (produser Imajinari) ini syuting film ter-rapi. Jadi ceritanya detail karakternya rapi. Respect banget. I believe in Kristo dan ingin dia berkembang. Jadi aku mau ada di situ,” kata Nirina Zubir.

“Gue lihat Kristo bikin videoboard dengan dia dan figurannya. Pas gue liat, gue mikir Kristo sudah bikin yang terbaik jadi gue juga harus memberikan yang terbaik,” tambah Shindy Huang.

“Film ini sangat personal buat Kristo. Pasti tahu sedikit karakter Gema itu dari Kristo,” kata Omara Esteghlal sebagai pemeran utama.

Kristo Immanuel mempersembahkan film pertamanya untuk orang-orang yang merasa susah menemukan tempat dan bagian dalam kehidupan, sesuatu yang pasti dirasakan banyak orang.

“Love letter untuk orang yang susah bergaul dan berkutat dengan pemikiran sendiri. Gw pengin bikin buat orang-orang yang bukan Gema itu agar mengerti kondisi Gema,” kata Kristo Immanuel.

Tinggal Meninggal menceritakan Gema (Omara Esteghlal), seorang pria yang canggung dan susah bersosialisasi dengan teman-teman kantornya. Dunianya berubah setelah sang ayah meninggal dan teman-teman kantor mulai berteman dengannya.

Film Tinggal Meninggal akan tayang di bioskop Indonesia mulai 14 Agustus 2025.