Hamas Pelajar Proposal Gencatan Senjata Gaza, Tetap Minta Israel Tarik Pasukan
JAKARTA - Hamas tengah mempelajari proposal gencatan senjata "final" untuk Gaza yang digaungkan Presiden AS Donald Trump. Tapi Hamas tetap berkukuh ingin Israel menarik diri dari Gaza.
Trump sebelumnya memastikan Israel menyetujui persyaratan yang diperlukan untuk menyelesaikan gencatan senjata 60 hari dengan Hamas setelah pertemuan antara perwakilannya dan pejabat Israel.
Sementara kelompok militan Palestina mengatakan sedang mempelajari tawaran gencatan senjata baru yang diterima dari mediator Mesir dan Qatar.
Hamas tetap pada tujuan mencapai kesepakatan yang akan memastikan berakhirnya perang dan penarikan pasukan Israel dari Gaza.
Di kubu seberang, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyerukan pemusnahan Hamas dalam pernyataan publik pertamanya sejak pengumuman Trump.
Tidak akan ada Hamas. Tidak akan ada 'Hamastan'. Kami tidak akan kembali ke sana. Ini sudah berakhir," kata Netanyahu dalam pertemuan yang diselenggarakan oleh jaringan pipa Trans-Israel dilansir Reuters, Kamis, 3 Juli.
Pernyataan kedua belah pihak menegaskan kembali posisi yang telah lama dipegang, tanpa memberikan petunjuk apakah atau bagaimana kesepakatan kompromi dapat dicapai.
"Saya berharap kali ini berhasil, bahkan jika hanya dua bulan, itu akan menyelamatkan ribuan nyawa yang tidak bersalah," kata Kamal, seorang warga Kota Gaza, melalui telepon.
Yang lain mempertanyakan apakah pernyataan Trump akan menghasilkan perdamaian jangka panjang.
"Kami berharap dia serius seperti dia serius selama perang Israel-Iran ketika dia mengatakan perang harus dihentikan, dan perang itu dihentikan," kata Adnan Al-Assar, seorang warga Khan Younis di selatan Gaza.
اقرأ أيضا:
Ada tekanan publik yang meningkat pada Netanyahu untuk mencapai gencatan senjata permanen dan mengakhiri perang yang telah berlangsung hampir dua tahun.
Tapi langkah seperti itu ditentang oleh anggota garis keras dari koalisi penguasa sayap kanannya.
Pada saat yang sama, serangan AS dan Israel terhadap situs nuklir di Iran dan gencatan senjata yang disepakati dalam perang udara Israel-Iran selama 12 hari bulan lalu telah memberi tekanan pada Hamas, yang didukung oleh Teheran. Para pemimpin Israel percaya dengan melemahnya Iran, negara-negara lain di kawasan itu memiliki kesempatan untuk menjalin hubungan dengan Israel.