Alibaba Dikabarkan Larang Karyawan Pakai Claude Code, Diminta Beralih ke Qoder
JAKARTA - Alibaba dikabarkan akan melarang karyawannya menggunakan Claude Code, alat pemrograman berbasis AI milik Anthropic. Larangan itu disebut mulai berlaku pada 10 Juli.
Mengutip laporan TechCrunch, Minggu, 5 Juli, kebijakan tersebut muncul di tengah upaya Anthropic menutup akses pengguna China ke Claude. Anthropic sebelumnya sudah melarang perusahaan China dan entitas asing yang dimiliki perusahaan China memakai model AI buatannya.
Claude Code adalah alat pemrograman berbasis AI yang membantu pengembang menulis, membaca, dan memperbaiki kode. Di industri teknologi, alat seperti ini makin banyak dipakai karena bisa mempercepat kerja pengembang perangkat lunak.
Namun, posisi Claude di China tidak sederhana. Anthropic dilaporkan sedang menutup celah yang masih memungkinkan pengguna China mengakses layanan tersebut.
Menurut unggahan terbaru di Reddit, sebagian upaya itu melibatkan versi Claude Code yang disebut dapat mengidentifikasi pengguna China secara diam-diam. Klaim ini kemudian ditanggapi Thariq Shihipar dari Anthropic melalui unggahan di X.
Shihipar menyebut fitur tersebut sebagai eksperimen yang diluncurkan pada Maret. Tujuannya, kata dia, untuk mencegah penyalahgunaan akun oleh pengecer tidak resmi dan melindungi model dari praktik distilasi.
Baca juga:
Distilasi adalah praktik melatih model AI dengan keluaran dari model AI lain. Dalam industri AI, praktik ini menjadi isu sensitif karena bisa menyangkut perlindungan teknologi, data, dan model yang sudah dikembangkan perusahaan.
“Tim telah menerapkan langkah pencegahan yang lebih kuat sejak saat itu dan sebenarnya kami sudah berniat menonaktifkan ini sejak beberapa waktu lalu,” kata Shihipar.
Meski begitu, Alibaba dilaporkan mengambil langkah sendiri. TechCrunch menulis, perusahaan teknologi asal China itu mengklasifikasikan Claude Code sebagai perangkat lunak berisiko tinggi.
Alibaba juga menginstruksikan karyawannya menggunakan Qoder, alat pemrograman milik perusahaan sendiri, sebagai pengganti Claude Code.
Kasus ini memperlihatkan bagaimana alat AI untuk pemrograman kini ikut masuk dalam tarik-menarik akses, keamanan, dan kepentingan bisnis. Bagi Alibaba, Qoder memberi pilihan internal saat Claude Code diklasifikasikan sebagai perangkat lunak berisiko tinggi.