Pria Bakar Diri di Depan Markas PBB

JAKARTA - Seorang pria dilaporkan melakukan aksi bakar diri di depan Markas Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) setelah menancapkan bendera terkait pemerintahan Tibet dalam pengasingan di trotoar dekat lokasi kejadian.

Menurut laporan media setempat dan video yang beredar di media sosial, insiden tersebut terjadi pada Kamis, 2 Juli pukul 7 malam waktu setempat (Jumat pukul 06.00 WIB) di dekat persimpangan East 43rd Street dan First Avenue,

Sebagaimana tertangkap kamera pengawas PBB, si pelaku terlihat menancapkan bendera sebelum melakukan bakar diri. Dia lekas dibawa ke Rumah Sakit Bellevue dalam kondisi kritis.

Laporan juga menyebut ditemukannya sejumlah selebaran di lokasi kejadian yang memuat tuntutan agar "China keluar dari Tibet".

Dilansir ANTARA dari Anadolu, Jumat, 3 Juli, pihak kepolisian setempat telah memulai penyelidikan atas kejadian tersebut. Sementara, bendera yang ditancapkan si pelaku terpantau masih berkibar di lokasi hingga satu jam setelah kejadian.

Adapun Tibet sudah sejak1951 berada di bawah kekuasaan China, yang menyebut pengambilalihan wilayah tersebut sebagai "pembebasan damai".

Bendera yang dikibarkan si pelaku sebelum melakukan bakar diri diketahui merupakan bendera yang terkait dengan pemberontakan yang gagal melawan pemerintah China pada 1959.

Setelah peristiwa itu, pemerintahan Tibet dalam pengasingan didirikan di India utara.

Beijing tidak mengakui pemerintahan dalam pengasingan tersebut dan menegaskan Tibet sudah menjadi wilayah China sejak abad ke-13.

Tetapi, Dalai Lama, pemimpin spiritual Tibet, menegaskan Tibet adalah negara yang merdeka saat Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) China memasuki wilayahnya.