Prancis Selatan Dilanda Kebakaran Hutan Hebat

JAKARTA - Lebih dari 1.000 hektare lahanterbakar akibatkebakaran hutan di seluruh wilayah selatan Prancis, sementara ratusan petugas pemadam kebakaran terus berjuang memadamkan api, di tengah situasi angin kencang dan kondisi kering.

Stasiun berita Prancis BFMTVmelaporkan kebakaran yang berawal di komune Pouzols-Minervois, wilayahHérault, sebelum menyebar ke departemen tetangga Audeitutelah menghanguskan lebih dari 800 hektare lahan.

Meskipun api dapat dipadamkan pada Kamis pagi, petugas pemadam kebakaran tetap memperingatkan beberapa titik api masih aktif karena angin yang terus berhembus.

Petugas berwenang mengatakan tidak ada rumahrusak, tetapisekitar 350 warga dievakuasi sebagai tindakan pencegahanserta beberapa kebun anggur mengalami kerusakan sebagian.

Dua kebakaran hutan besar lainnya melanda wilayah utara Marseille diBouches-du-Rhône.

Sementara itu, kebakaran di Rognacdapat dipadamkan Rabu malam (1/7)setelah menghanguskan sekitar 50 hektare lahan.

Akibatnya, limarumah dievakuasi;sementara dua gudang, gedung milik perusahaan pekerjaan umum, beberapa kendaraan, dan bangunan tambahan mengalami kerusakan. Tidak ada laporan korban luka.

Dekat wilayahitu, petugas pemadam kebakaran terus berupaya memadamkan api di Lancon-Provence, di mana sekitar 200 hektare lahan terbakar.

Kebakaran tersebut juga mengganggu transportasi yang menyebabkan penghentian sementara layanan kereta api regional TER antara Marseille dan Miramas,Kamis pagi, setelah api mendekati area rel kereta api tersebut.

Kemudian, di wilayah lain, kebakaran hutan juga terjadi di Frejus,Var, Prancis bagian tenggara, dapatdikendalikan pada Rabu malam (1/7) setelah melahap vegetasi dan sekitar 2.200 orang dari enam lokasi perkemahan dievakuasi.

Pihak berwenang Prancis pun menetapkan status siaga merah tertinggi di enamwilayah Mediterania karena ada risiko kebakaran hutan yang "sangat tinggi".

Juru bicara petugas pemadam kebakaranEric Brocardi memperingatkankebakaran hutan kini semakin sering terjadi lebih awal dalam setahun.

"Ini adalah kenyataan, sebuahkepastian. Hari ini kita melihatnya, ini adalah masa yang sangat rumit bagi petugas pemadam kebakaran," kata Brocardi kepada RTL.

Dia jugamencatatkebakaran-kebakaran tersebut terjadi sebelum puncak musim liburan musim panas mencapai, sehingga semakin mempersulit upaya mobilisasi petugas pemadam kebakaran sukarela.

Kencangnyahembusanangin Mistral dan Tramontane,hingga mencapai 90 kilometer per jam di beberapa wilayah Prancis selatan, semakin mempersulit operasi pemadaman kebakaran.