Fadli Zon Minta Museum Basoeki Abdullah Berani Pajang Karya Asli

JAKARTA - Museum Basoeki Abdullah diminta tidak lagi terlalu sibuk menyimpan koleksi, tetapi lebih berani memamerkan karya asli kepada publik. Museum, kata Menteri Kebudayaan Fadli Zon, harus hidup dari karya, bukan sekadar daftar inventaris.

Pesan itu disampaikan Fadli saat mengunjungi Museum Basoeki Abdullah di Jalan Keuangan Raya, Cilandak, Jakarta, Rabu, 1 Juli. Museum tersebut merupakan aset Balai Pelestarian Kebudayaan DKI Jakarta.

Fadli menilai kualitas museum harus diperkuat lewat kurasi, narasi, dan tata pamer yang lebih serius. Karya asli Basoeki Abdullah perlu menjadi pusat perhatian. Bukan salinan cetak yang membuat pengunjung merasa seperti melihat reproduksi di ruang tunggu.

“Museum harus berjiwa memamerkan, bukan bersemangat inventaris. Karya asli dipamerkan, bukan print. Storage diminimalkan, pajangan dimaksimalkan, dengan rotasi bila ruang terbatas,” ujar Fadli.

Menurut Fadli, Museum Basoeki Abdullah memiliki bahan cerita yang sangat kaya. Tidak hanya lukisan, tetapi juga peristiwa penting dalam hidup sang maestro, tokoh-tokoh yang pernah dilukis, kutipan, kliping surat kabar, hingga arsip televisi.

Semua bahan itu dapat dirangkai menjadi pameran tematik agar pengunjung tidak hanya melihat lukisan, tetapi juga memahami konteks karya dan perjalanan hidup Basoeki Abdullah.

“Bahan narasi Basoeki Abdullah melimpah. Peristiwa, tokoh, kliping, arsip, semuanya dapat menjadi bagian dari kurasi tematik sehingga pengunjung memperoleh pengalaman yang utuh,” katanya.

Fadli juga mendorong pengembangan merchandise berbasis koleksi museum. Produk seperti kartu pos dan turunan visual lain dinilai bisa memperkuat pengalaman pengunjung, selama tetap berangkat dari karya asli yang dipamerkan.

Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan DKI Jakarta Desse Yussubrasta mengatakan pihaknya akan menindaklanjuti arahan tersebut. Salah satunya dengan menerapkan kebijakan “No Print on Display” di ruang pamer utama.

Balai juga akan menyusun rotasi karya asli, menata ulang zonasi ruang pamer, ruang narasi, area arsip, dan ruang penyimpanan. Sejumlah kurator akan dilibatkan untuk menyusun narasi pamer tematik berbasis peristiwa penting dalam kehidupan Basoeki Abdullah.

Selain itu, karya asli yang selama ini berada di ruang penyimpanan akan diidentifikasi. Karya prioritas akan dipindahkan ke ruang pamer agar lebih banyak dilihat publik.

Kunjungan tersebut turut diikuti Direktur Jenderal Pelindungan Kebudayaan dan Tradisi Restu Gunawan, Staf Khusus Menteri Bidang Protokoler dan Rumah Tangga Rachmanda Primayuda, serta Direktur Sejarah dan Permuseuman Agus Mulyana.

Fadli berharap revitalisasi tata pamer Museum Basoeki Abdullah dapat segera dilakukan. Ia juga berharap museum itu semakin ramai dikunjungi masyarakat dan menjadi ruang inspirasi bagi pelukis muda.

“Kita berharap ke depan akan dilakukan revitalisasi tata pamer Museum Basoeki Abdullah. Sekaligus kita berharap semakin banyak masyarakat yang berkunjung,” ujar Fadli.