Intermittent Fasting Bisa Bantu Kurangi Lemak Perut, Benarkah? Cek Penjelasannya
YOGYAKARTA - Lemak perut sering menjadi salah satu bagian tubuh yang paling sulit dikurangi. Selain memengaruhi penampilan, penumpukan lemak perut juga dapat meningkatkan risiko berbagai masalah kesehatan, terutama jika yang menumpuk adalah lemak visceral. Belakangan,intermittent fastingatau puasa intermiten banyak dibicarakan karena dinilai dapat membantu mengurangi lemak perut. Lalu, benarkah metode ini efektif? Berikut penjelasannya.
Apa itu intermittent fasting?
Intermittent fasting adalah pola makan yang mengatur waktu makan dan waktu berpuasa dalam periode tertentu. Salah satu metode yang paling populer adalah pola 16:8, yaitu berpuasa selama 16 jam dan makan dalam rentang waktu 8 jam. Ada juga metode lain seperti 5:2 dan alternate-day fasting yang memiliki aturan berbeda. Berbeda dari banyak program diet lainnya, intermittent fasting lebih menekankan kapan Anda makan daripada jenis makanan yang harus dikonsumsi.
Lemak perut tidak semuanya sama
Saat membicarakan lemak perut, banyak orang mengira semua lemak di area tersebut memiliki dampak yang sama. Padahal, ada lemak subkutan yang berada tepat di bawah kulit dan ada pula lemak visceral yang tersimpan lebih dalam di sekitar organ-organ penting. Lemak visceral inilah yang paling sering dikaitkan dengan peningkatan risiko diabetes tipe 2, penyakit jantung, dan gangguan metabolik lainnya. Karena itu, mengurangi lemak visceral menjadi salah satu tujuan penting dalam menjaga kesehatan jangka panjang.
Bagaimana intermittent fasting bekerja?
Ketika tubuh tidak mendapatkan asupan makanan selama beberapa jam, cadangan energi yang berasal dari makanan akan mulai berkurang. Dalam kondisi tersebut, dilansir Health, Senin, 1 Juni, tubuh perlahan beralih menggunakan simpanan lemak sebagai sumber energi. Selain itu, kadar insulin cenderung menurun saat berpuasa, yang dapat membantu tubuh lebih efektif membakar lemak. Proses inilah yang membuat intermittent fasting sering dikaitkan dengan penurunan berat badan dan berkurangnya lemak perut.
Sebuah penelitian yang melibatkan orang dewasa dengan kelebihan berat badan menemukan bahwa pola makan 16:8 selama 12 minggu dapat membantu mengurangi lemak visceral. Para peserta mengalami penurunan lemak visceral rata-rata sekitar 11,1 persen dibandingkan kondisi awal mereka. Hasil ini menunjukkan bahwa intermittent fasting berpotensi membantu mengurangi lemak perut yang tersimpan di sekitar organ dalam. Namun, para peneliti juga menekankan bahwa manfaat tersebut kemungkinan berkaitan dengan berkurangnya total asupan kalori selama program berlangsung.
Meski hasil penelitian terlihat menjanjikan, para ahli mengingatkan bahwa intermittent fasting bukan satu-satunya cara untuk mengurangi lemak perut. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa hasilnya tidak jauh berbeda dengan pola diet lain yang juga menciptakan defisit kalori. Artinya, tubuh tetap dapat kehilangan lemak jika jumlah kalori yang dibakar lebih besar daripada yang dikonsumsi. Faktor terpenting biasanya adalah memilih pola makan yang realistis dan dapat dijalankan secara konsisten dalam jangka panjang.
Manfaat mengurangi lemak visceral
Berkurangnya lemak visceral tidak hanya berdampak pada ukuran lingkar pinggang. Penurunan lemak ini juga dapat membantu memperbaiki sensitivitas insulin dan mendukung kontrol gula darah yang lebih baik. Selain itu, risiko peradangan kronis yang berkaitan dengan penyakit jantung dan gangguan metabolik juga dapat berkurang. Karena alasan tersebut, banyak ahli menilai bahwa menurunkan lemak visceral lebih penting daripada sekadar mengejar angka di timbangan.
Meskipun banyak orang merasa cocok dengan intermittent fasting, metode ini tidak selalu sesuai untuk semua orang. Sebagian orang mungkin mengalami rasa lapar berlebihan, sulit berkonsentrasi, atau kesulitan menyesuaikan jadwal makan sehari-hari. Pola makan ini juga perlu dipertimbangkan secara hati-hati bagi mereka yang memiliki kondisi kesehatan tertentu. Jika Anda berencana mencobanya, konsultasi dengan dokter atau ahli gizi dapat membantu menentukan apakah metode ini sesuai dengan kebutuhan Anda.
Baca juga:
Intermittent fasting memang dapat membantu mengurangi lemak perut, terutama lemak visceral yang berisiko bagi kesehatan. Namun, penelitian menunjukkan bahwa keberhasilannya tidak hanya bergantung pada jadwal puasa, melainkan juga pada kemampuan menjaga asupan kalori dan pola hidup sehat secara keseluruhan. Untuk mendapatkan hasil yang optimal, intermittent fasting sebaiknya disertai konsumsi makanan bergizi, aktivitas fisik teratur, dan istirahat yang cukup. Jadi, jika Anda ingin mengurangi lemak perut, fokuslah pada kebiasaan sehat yang bisa dijalankan secara konsisten dalam jangka panjang.