Gwyneth Paltrow Ungkap Luka Lama: Dikhianati Orang Dekat, Marahnya Masih Tersisa

JAKARTA - Gwyneth Paltrow membuka cerita lama tentang rasa dikhianati oleh seseorang di lingkaran dekatnya. Ia tidak menyebut nama orang itu. Namun, aktris Marty Supreme tersebut mengaku amarahnya masih terasa meski peristiwanya sudah terjadi beberapa tahun lalu.

Menurut laporan People dikutip Sabtu, 30 Mei, Paltrow membicarakan hal itu dengan psikoterapis dan penulis Esther Perel dalam episode podcast Goop, “AI and Modern Dating”, yang tayang Selasa, 26 Mei. Psikoterapis adalah ahli yang membantu orang menangani masalah emosi, pikiran, dan relasi melalui terapi bicara.

“Saya sedang memikirkan sebuah situasi ketika seseorang merusak kepercayaan saya dan saya punya semacam amarah besar terhadap hal itu,” kata Paltrow kepada Perel.

Paltrow, 53 tahun, menyebut perasaan itu sangat kuat.

“Kalau saya mengucapkan dialog batin saya keras-keras sekarang, itu akan sangat mengejutkan,” ujarnya.

Aktris Iron Man itu lalu bertanya kepada Perel apakah reaksi seperti itu wajar ketika seseorang merasa dikhianati.

Meski tidak menjelaskan siapa yang menyakitinya, Paltrow mengakui peristiwa tersebut masih membebani dirinya.

“Saya masih benar-benar terseret oleh perasaan itu,” kata peraih Oscar tersebut. “Tapi itu universal, bukan? Kalau Anda benar-benar memercayai seseorang dan dia mengkhianati Anda?”

People melaporkan, Perel menjelaskan bahwa pengkhianatan bukan hanya soal tindakan orang lain. Dampaknya bisa lebih dalam ketika orang yang melukai tidak mengakui perbuatannya. Korban bisa mulai meragukan dirinya sendiri.

“Dampak berikutnya dari rusaknya kepercayaan adalah ketika saya berhenti memercayai diri sendiri akibat hal itu,” kata Perel, penulis Mating in Captivity.

Menurut Perel, luka akibat rusaknya kepercayaan bisa tetap mengikuti seseorang, bahkan ketika pelakunya sudah lama tidak hadir dalam hidupnya.

Percakapan kemudian bergeser ke perselingkuhan. Paltrow bertanya apakah pasangan yang pernah mengalami pelanggaran kepercayaan masih bisa kembali percaya.

Perel menjawab singkat: bisa. Namun, ia menegaskan jalan itu tidak selalu mungkin bagi semua pasangan.

Paltrow juga bertanya apakah ketidaksetiaan dalam perjalanan bisnis bisa terasa sama beratnya dengan memiliki hubungan serius di luar pasangan.

“Bagi sebagian orang, hubungan satu malam sama menyakitkannya dengan perselingkuhan selama 20 tahun,” jawab Perel.

Paltrow tidak mengungkap siapa orang yang ia maksud. Ia hanya menyebut pengalaman itu sebagai pelanggaran kepercayaan yang masih menyisakan perasaan kuat hingga kini.