Wapres AS Sambut Baik Surat Amanat Paus Leo soal Peringatan Resiko AI

JAKARTA - Wakil Presiden Amerika Serikat J.D.Vancemenyambut baik Ensiklik(surat amanat) “MagnificaHumanitas"Paus Leo XIVyang antara lain memuat peringatan teologis soal risiko kemajuan kecerdasan buatan (AI)tidak terkendali.

Sebagai seorang Katolik,Vancemengaku belum membaca ensiklik Paus Leo XIVitu secara lengkap. Namun, dia mengatakan telah menelaah ringkasan dan kutipan dari dokumen resmi Paus tersebut yang menyerukan kehati-hatian dan tanggung jawab etis dalam pengembangan teknologi AI.

"Apa yang saya baca terdengar sangat mendalam dan itu merupakan hal yang memang diharapkan dari seorang pemimpin gereja,"kata Vancedalam wawancara telepon dengan NBCNews dilansir ANTARA dari Anadolu, Rabu, 27 Mei.

Dalam ensiklikpertamanya sejak menjabat, Paus Leo XIVmemperingatkan tentang kemajuan teknologi yang tak terkendali dan menegaskan penting mempertahankan tanggung jawab moral dalam memelihara kemanusiaan.

Surat edaran resmi dari Paus kepada para uskup dan seluruh umat Katolik di dunia itu berisi ajakan inovasi harus terus berlanjut, tetapidalam batas-batas moral dan etika yang dirancang untuk melindungi martabat manusia dan stabilitas sosial.

Vance, yang secara vokal mendukung inovasi AI, mengatakan Gereja Katolik secara historis telah menyesuaikan ajaran moralnya untuk mengatasi realitas baru akibat perubahan teknologi dan sosial.

"Yang perlu diingat tentang moralitas adalah prinsip-prinsipnya tidak pernah berubah, tetapi cara Anda menerapkan prinsip-prinsip tersebut berubah, karena dunia berubah,"kata Vance.

Seiring dengan kemajuan teknologi dan bentuk perang yang baru, dia mengatakan manusia perlu menentukan cara-cara baru untuk berinteraksi satu sama lain.

"Jadi, Anda harus memikirkan kembali seluruh ajaran sosial Katolik dalam terang dunia baru tempat kita hidup dan saya pikir itulah yang coba dilakukan Paus (Leo XIV). Saya senang dia melakukannya," ujar Vance.