Presiden Iran Tegaskan Tolak Penuhi Tuntutan “Berlebihan" AS

JAKARTA - Presiden Iran Masoud Pezeshkian menegaskan negaranya tidak akan memenuhi tuntutan yang berlebihan dari musuh, sembari mengutuk upaya para musuh melanjutkan perang ekonomi terhadap Iran.

Dalam pertemuan bersama anggota Kamar Dagang, Industri, Pertambangan, dan Pertanian Iran, Senin,25 Mei, Pezeshkianmenegaskan negosiasi sudah diatur sedemikian rupa agar hak-hak bangsa Iran dapat dijaga sepenuhnya.

Pezeshkian menegaskan pemerintah Republik Islam Iran tidak akan takluk pada tekanan dan tidak memenuhi tuntutan yang berlebihan dalam keadaan apa pun.

Meski musuh-musuh negara telah mengganti taktik mereka menjadi perang ekonomi setelah kegagalan operasi militer, Iran akan tetap bertahan dan berhasil melalui fase saat ini. Asalkan, pemerintah dan sektor swasta berkolaborasi dengan semangat solidaritas, empati, dan kerja sama, katanya.

Dalam pernyataan di media sosial X, PresidenPezeshkianmengatakannegaranya senantiasa menghormati komitmendan menjajaki semua langkah untuk mengakhiri perang. Dia menegaskan pihaknya terbuka untuk diskusi.

"Semua jalur tetap terbuka dari kami. Memaksa Iran untuk menyerah dengan cara kekerasan hanyalah ilusi semata. Sikap saling menghargai dalam diplomasi jauh lebih bijak, aman, dan berkelanjutan daripada peperangan," ujarPezeshkian.