Soroti Infrastruktur hingga Ekonomi Kreatif, Dayat EI Desak Pemerintah Percepat Pembangunan Daerah

JAKARTA — Anggota DPD RI asal Kalimantan Selatan, Muhammad Hidayattollah atau Dayat El, menyoroti sejumlah isu strategis daerah mulai dari pembangunan infrastruktur, perlindungan kawasan hutan, hingga penguatan ekonomi kreatif dalam Sidang Paripurna DPD RI ke-10 Masa Sidang V.

Dalam laporan hasil penyerapan aspirasi masyarakat Sub Wilayah Timur I, Dayat El menilai percepatan pembangunan infrastruktur menjadi kunci mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, khususnya di Kalimantan Selatan.

Ia menyoroti pentingnya percepatan pembangunan Bendungan Riam Kiwa di Kabupaten Banjar sebagai solusi pengendalian banjir sekaligus penopang aktivitas ekonomi masyarakat.

Selain itu, pembangunan Bendungan Batang Alai di Hulu Sungai Tengah juga dinilai strategis untuk mendukung produktivitas sektor pertanian.

“Percepatan pembangunan infrastruktur harus menjadi perhatian serius pemerintah pusat karena berdampak langsung terhadap aktivitas ekonomi masyarakat,” ujarnya.

Tak hanya itu, Dayat El juga menyoroti kondisi jalan nasional di Kalimantan Selatan yang dinilai masih membutuhkan perbaikan guna memperlancar konektivitas logistik dan distribusi barang.

Di sektor ekonomi kreatif, ia mendorong penguatan industri berbasis budaya lokal agar mampu menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru di daerah.

Menurutnya, perlindungan aset budaya daerah perlu diperkuat agar memiliki nilai tambah ekonomi bagi masyarakat.

Selain isu ekonomi, Dayat El juga mengingatkan pentingnya menjaga keberlanjutan lingkungan melalui perlindungan kawasan Hutan Meratus lewat gerakan #SaveMeratus.

Dia menilai, kelestarian Hutan Meratus memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekologi sekaligus menopang keberlanjutan pembangunan di Kalimantan Selatan.

“Aspirasi masyarakat jangan hanya didengar, tetapi juga harus diperjuangkan dan diwujudkan melalui langkah nyata demi pemerataan pembangunan dan kesejahteraan daerah,” pungkasnya.