Dana Indonesiaraya Dipermudah, Fadli Zon: Pelaku Budaya Jangan Dipersulit Birokrasi

JAKARTA — Menteri Kebudayaan Fadli Zon meminta pengelolaan Dana Indonesiaraya dan Dana Abadi Kebudayaan dibuat lebih sederhana agar bisa diakses lebih luas oleh pelaku budaya di daerah.

Hal itu disampaikan Fadli saat menerima kunjungan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan atau LPDP Kementerian Keuangan di Kantor Kementerian Kebudayaan, Jakarta, Kamis, 21 Mei.

Menurut Fadli, banyak komunitas seni, sanggar, hingga masyarakat adat kesulitan mengakses program pendanaan budaya karena persoalan administratif dan birokrasi.

“Kita ingin ada simplifikasi proses tanpa mengurangi prinsip transparansi dan akuntabilitas,” kata Fadli.

Ia menilai kritik terhadap rumitnya mekanisme Dana Indonesiaraya pada pelaksanaan sebelumnya harus menjadi bahan evaluasi.

Karena itu, Kementerian Kebudayaan menyiapkan pusat layanan pendampingan untuk membantu komunitas budaya dalam proses pengajuan, pelaporan, hingga pengelolaan program.

Fadli juga meminta Balai dan Kantor Pelestarian Kebudayaan lebih aktif mendampingi pelaku budaya di daerah agar program tidak berhenti hanya di tingkat pusat.

Menurut Fadli, Dana Indonesiaraya diarahkan untuk mendukung kegiatan strategis kebudayaan, mulai dari Festival Musik Indonesia, Anugerah Musik Indonesia, Sanfest, penulisan buku oleh masyarakat dan sejarawan, hingga penguatan ekonomi budaya daerah.

Fadli menilai ekonomi budaya penting dijaga di tengah situasi geopolitik global yang tidak menentu.

“Ekonomi budaya di daerah harus terus hidup. Aktivitas kebudayaan dapat membantu menjaga stabilitas sosial sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat secara langsung,” ujarnya.

Selain soal pendanaan, pertemuan juga membahas pengembangan beasiswa LPDP bidang kebudayaan. Pembahasan mencakup pemetaan program studi dan universitas yang dianggap relevan untuk mendukung sektor budaya Indonesia.

Fadli berharap penerima beasiswa kebudayaan nantinya tidak hanya menjadi akademisi, tetapi juga berperan sebagai duta budaya Indonesia di tingkat internasional.

Direktur Keuangan dan Umum LPDP Albertus Kurniadi H. mengatakan jumlah penerima manfaat Dana Abadi Kebudayaan meningkat tajam dibanding tahun sebelumnya.

Menurut Albertus, LPDP akan memperkuat tata kelola Dana Abadi Kebudayaan agar penyaluran Dana Indonesiaraya lebih efektif dan tepat sasaran.

“Jumlah penerima pemanfaat Dana Abadi Kebudayaan meningkat drastis dari tahun sebelumnya, dan ini menjadi semangat bagi kami untuk bisa menjalankan tugas dengan baik,” kata Albertus.

Kementerian Kebudayaan dan LPDP juga membahas pendampingan berbasis klaster pelaku budaya agar proses seleksi dan pembinaan lebih terarah.

Pertemuan itu juga dihadiri sejumlah pejabat Kementerian Kebudayaan dan LPDP, termasuk Sekretaris Jenderal Kementerian Kebudayaan Bambang Wibawarta serta Direktur Beasiswa LPDP Dwi Larso.