Pramono Perpanjang Jalur LRT sampai Dukuh Atas, Jakpro Bidik Integrasi Transportasi dan Kawasan Bisnis Jakarta
JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memutuskan untuk memperpanjang trase LRT Jakarta dari Manggarai hingga Dukuh Atas. Direktur Utama PT Jakarta Propertindo (Jakpro), Iwan Takwin mengatakan, sebagai bagian dari penguatan sistem transportasi publik yang saling terhubung dan terintegrasi antar kawasan.
Kawasan Manggarai dan Dukuh Atas dinilai menjadi titik penting dalam master plan pengembangan LRT Jakarta karena berfungsi sebagai simpul pertemuan berbagai moda transportasi di Jakarta dan kawasan penyangga.
"Pengembangan LRT Jakarta tidak sekadar membangun jalur transportasi baru, tetapi juga menjadi bagian penting dalam pembentukan ekosistem mobilitas perkotaan masa depan Jakarta," kata Iwan dalam keterangannya, Jumat, 22 Mei.
Menurut dia, pengembangan LRT Jakarta yang menjadi penugasan PT Jakpro sejak awal dirancang dengan konsep integrasi antarmoda. Jalur LRT nantinya akan terhubung dengan MRT Jakarta, Transjakarta, KRL Commuter Line hingga Kereta Bandara.
Karena itu, Dukuh Atas dan Manggarai dipandang strategis untuk memperkuat konektivitas transportasi massal di pusat kota Jakarta.
"Konsep utama dari master plan ini adalah membangun integrasi transportasi dan kawasan melalui pendekatan Transit Oriented Development (TOD). Karena itu, rute LRT Jakarta diarahkan menuju simpul-simpul strategis seperti Manggarai dan Dukuh Atas agar masyarakat dapat berpindah moda transportasi secara cepat dan nyaman," urai Iwan.
Perpanjangan jalur menuju Dukuh Atas juga menjadi bagian dari rencana besar pembentukan sistem transportasi terintegrasi di Jakarta. Setelah konektivitas pusat kota dinilai selesai, pengembangan jaringan LRT disebut akan diteruskan ke kawasan utara Jakarta.
Rute tersebut nantinya diarahkan menuju kawasan Jakarta International Stadium, Ancol, Pantai Indah Kapuk (PIK) 2 hingga Bandara Soekarno-Hatta untuk membentuk sistem loop transportasi Jakarta.
Jakpro menilai konektivitas transportasi publik tak hanya berdampak pada mobilitas warga, tetapi juga pertumbuhan ekonomi kawasan di sekitar stasiun.
Pengembangan kawasan berbasis transit atau Transit Oriented Development (TOD) disebut akan memunculkan pusat-pusat ekonomi baru seiring meningkatnya aktivitas masyarakat di sekitar koridor LRT.
"Setiap titik stasiun akan menciptakan bangkitan ekonomi baru. Aktivitas masyarakat yang semakin tinggi akan membuka peluang usaha, menggerakkan ekonomi lokal, serta memberikan dampak langsung bagi kesejahteraan warga di sekitar koridor transportasi," ujar Iwan.
Diketahui, Pemprov DKI Jakarta resmi memperpanjang pembangunan LRT Jakarta hingga Dukuh Atas. Keputusan itu diambil Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung usai mempertimbangkan kemampuan keuangan daerah dan konektivitas transportasi publik di Jakarta.
Perpanjangan jalur itu membuat trase LRT Jakarta yang saat ini dibangun dari Velodrome-Manggarai akan diteruskan hingga Dukuh Atas. Total panjang lintasan pun bertambah menjadi 14,2 kilometer dengan 12 stasiun.
"Kemarin saya sudah memutuskan dalam rapat setelah mendapatkan masukan, saran, pertimbangan, dan juga kemampuan fiskal Pemerintah DKI Jakarta, untuk LRT yang diputuskan adalah extension dari Manggarai sampai dengan Dukuh Atas untuk menuntaskan satu jalur mulai dari Velodrome sampai dengan Dukuh Atas," kata Pramono di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu, 20 Mei.
Menurut Pramono, keputusan memperpanjang rute hingga Dukuh Atas diambil agar trase LRT Jakarta tersambung dengan integrasi layanan transportasi lain yang lebih optimal.
Baca juga:
Saat ini, LRT Jakarta telah beroperasi melayani rute Kelapa Gading-Velodrome. Sementara pembangunan lintasan Velodrome-Manggarai masih berjalan. Dengan tambahan perpanjangan ke Dukuh Atas, proyek tersebut membutuhkan tambahan investasi sekitar Rp2,7 triliun.
"Panjangnya akhirnya menjadi 12,2 tambah 2 kilometer menjadi 14,2. Stasiunnya menjadi 12. Kemudian ada penambahan investasi ataupun anggaran kurang lebih 2,7 triliun," ucap Pramono.