Eks Bos Vale Pimpin PT DSI, Rosan Kumpulkan Pengusaha Sore Ini

JAKARTA — Pemerintah mulai membuka susunan awal pengurus PT Danantara Sumber Daya Indonesia atau DSI, perusahaan yang disiapkan menangani pelaporan ekspor komoditas strategis seperti CPO, batu bara, dan feronikel.

Kepala Badan Pengelola Investasi atau BPI Danantara Rosan Roeslani mengatakan posisi pimpinan PT DSI untuk sementara diisi Luke Thomas Mahony, warga negara Australia, mantan direktur PT Vale Indonesia.

Rosan menyampaikan hal itu usai rapat terbatas dengan Presiden Prabowo Subianto di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis, 21 Mei.

“Untuk saat ini Luke Thomas Mahony,” kata Rosan saat ditanya soal pimpinan PT DSI.

Nama eks petinggi perusahaan tambang besar itu muncul di tengah perhatian pelaku usaha terhadap peran DSI dalam rantai ekspor komoditas nasional. Pemerintah sebelumnya menyatakan ekspor CPO, batu bara, dan ferro alloy akan masuk dalam mekanisme pelaporan melalui perusahaan tersebut mulai 1 Juni.

Namun, rencana itu sempat memunculkan kegelisahan di kalangan eksportir. Sejumlah asosiasi sawit dan batu bara mempertanyakan arah kebijakan baru tersebut dan dampaknya terhadap pasar.

Rosan mengatakan pemerintah masih dalam tahap penguatan tim dan belum akan mengumumkan struktur lengkap PT DSI.

“Nanti akan kita tampilkan full-nya tim. Bisa dilihat track record-nya apa, kemampuannya jelas,” ujarnya.

Ia menyebut proses pembentukan tim dilakukan dengan pendekatan yang sama saat membangun Danantara.

Menurut Rosan, pemerintah juga mulai bergerak meredam keresahan pelaku usaha. Pada Kamis sore, pemerintah mengundang berbagai asosiasi dan organisasi bisnis untuk sosialisasi kebijakan.

“Asosiasi sawit, APBI batu bara, Kadin, Apindo, semua kita sosialisasi jam 4,” kata Rosan.

Langkah itu dilakukan setelah pemerintah menerima berbagai masukan dari pelaku industri terkait mekanisme baru ekspor dan pelaporan komoditas.

Meski begitu, Rosan belum menjelaskan kapan PT DSI akan resmi diluncurkan. Ia hanya mengatakan pemerintah masih mendengarkan berbagai masukan sebelum pengumuman dilakukan.

“Nanti. Kita mau mendengarkan masukan dulu,” ujarnya.