Dua Korban Selamat Kecelakaan Bus ALS Kondisinya Stabil Usai Operasi

JAKARTA - Rumah Sakit Bhayangkara Palembang menyatakan dua korban selamat dalam kecelakaan bus ALS dan truk tangki di Kabupaten Musi Rawas Utara, Sumatera Selatan, dalam kondisi stabil setelah menjalani operasi pembersihan jaringan rusak akibat luka bakar.

Kepala Rumah Sakit Bhayangkara Palembang Kombes dr. Budi Susanto mengatakan kedua korban, yakni Ngadiono dan Jumiatun, saat ini masih menjalani perawatan intensif dan pemantauan medis lanjutan.

"Adapun operasi yang dilakukan adalah pengangkatan jaringan yang rusak atau yang sudah mati di bagian-bagian tubuh yang terpapar akibat luka bakar. Juga di situ kita membersihkan kotoran-kotoran yang masih tersisa atau menempel di bagian-bagian tubuhnya," katanya dilansir ANTARA, Selasa, 12 Mei.

Ia menjelaskan kondisi Ngadiono menunjukkan perkembangan yang cukup baik. Luas luka bakar yang dialami korban kini berkurang menjadi sekitar 30 persen dan direncanakan segera dipindahkan ke ruang rawat bedah biasa.

Kemudian, kondisi Jumiatunlebih berat karena mengalami trauma inhalasi akibat menghirup asap saat kejadian dan masih menggunakan alat bantu napas di ruang ICU.

Selain mengalami luka bakar, korban juga mengalami kerusakan jaringan saraf, tulang dan tendon pada delapan jari tangan kanan dan kiri.

"Dari gambaran, ini kiri kanan ya. Jadi, kanan sekitar empat jari, yang kiri empat jari. Dari telunjuk sampai jari kelingking, itu yang terbakar habis sehingga jaringannya rusak, tulang-tulangnya juga rusak," jelasnya.

Tim medis saat ini masih terus melakukan observasi terhadap kondisi jari korban yang kemungkinan menjalani amputasi akibat kerusakan jaringan yang cukup parah.

Di sisi lain, Rumah Sakit Bhayangkara Palembang juga masih melanjutkan proses identifikasi terhadap 17 kantong jenazah korban meninggal dunia dalam kecelakaan bus ALS tersebut.

Pihak rumah sakit menyebut hasil identifikasi resmi baru dapat diumumkan setelah hasil uji DNA selesai dilakukan dan diperkirakan keluar pada Rabu (13/5).

"Keluarga kita minta bersabar, juga rekan-rekan media juga bersabar. Kita agar jangan salah memberikanstatementya karena ini kan terkait satu identitas yang harus kita berikan secara valid dan bisa dipertanggungjawabkan," kata Budi.