Iran Siapkan Layanan Dukungan bagi Kapal Komersial di Selat Hormuz
JAKARTA – Iran menyatakan seluruh pelabuhan di negaranya siap memberikan layanan dukungan bagi kapal komersial yang melintas di Selat Hormuz di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah.
Pernyataan tersebut disampaikan Organisasi Pelabuhan dan Maritim Iran atau Ports and Maritime Organization (PMO) melalui pesan resmi kepada para komandan kapal yang beroperasi di perairan regional, seperti dikutip dari Anadolu Agency, Sabtu 9 Mei.
Dalam pesan tersebut, Iran menegaskan kapal-kapal yang melintasi wilayah teritorial dan pelabuhan Iran dapat mengakses berbagai layanan untuk mendukung keselamatan pelayaran dan operasional awak kapal.
Layanan yang disediakan mencakup pasokan makanan, bahan bakar, layanan kesehatan, hingga material perbaikan yang diizinkan.
Pesan resmi itu disiarkan melalui jaringan komunikasi maritim regional dan sistem very high frequency (VHF). Menurut laporan Islamic Republic News Agency (IRNA), informasi tersebut dijadwalkan disiarkan tiga kali sehari selama tiga hari berturut-turut agar dapat diterima seluruh kapal yang melintas di Selat Hormuz.
Kapal yang membutuhkan bantuan diminta menghubungi pusat Vessel Traffic Services (VTS) di pelabuhan Iran terdekat melalui saluran VHF 16 atau melalui agen lokal masing-masing.
PMO Iran menyatakan langkah tersebut dilakukan untuk meningkatkan keselamatan navigasi dan memastikan aktivitas pelayaran komersial tetap berjalan lancar di salah satu jalur perdagangan energi paling strategis di dunia.
Selat Hormuz sendiri memiliki peran vital dalam perdagangan global karena menjadi jalur utama distribusi minyak dari kawasan Teluk menuju pasar internasional. Ketegangan di wilayah tersebut kerap memicu kekhawatiran terhadap stabilitas rantai pasok energi dunia.
Situasi keamanan di kawasan meningkat sejak Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada akhir Februari lalu. Serangan itu memicu aksi balasan dari Teheran dan berdampak terhadap stabilitas pelayaran di sekitar Selat Hormuz.
Sejak 13 April, Amerika Serikat juga disebut meningkatkan pengawasan maritim terhadap lalu lintas kapal Iran di kawasan tersebut, yang semakin memperbesar ketegangan di jalur pelayaran internasional.
Meski sempat tercapai gencatan senjata melalui mediasi Pakistan pada 8 April, pembicaraan lanjutan di Islamabad belum menghasilkan kesepakatan permanen.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump kemudian memperpanjang gencatan senjata tanpa batas waktu tertentu. Namun, situasi keamanan di kawasan masih dinilai rentan dan belum sepenuhnya stabil.
Di tengah kondisi tersebut, Iran berupaya menunjukkan bahwa aktivitas pelabuhan dan layanan maritim di negaranya tetap berjalan normal.
Analis maritim menilai langkah Iran menyediakan layanan dukungan bagi kapal komersial juga bertujuan menjaga kepercayaan pelaku industri pelayaran internasional terhadap keamanan Selat Hormuz.
Baca juga:
Selain itu, dukungan logistik dan medis dinilai penting untuk menjaga kelancaran arus perdagangan global yang sangat bergantung pada stabilitas jalur pelayaran tersebut.
Selama beberapa dekade, Selat Hormuz dikenal sebagai salah satu titik paling sensitif secara geopolitik karena dilalui sebagian besar ekspor minyak negara-negara Teluk. Setiap peningkatan ketegangan militer di kawasan itu biasanya langsung berdampak terhadap harga energi dan biaya pengiriman internasional.