Korea Selatan dan China Naik Podium Tertinggi di Thomas & Uber Cup 2026

JAKARTA – Skuad bulu tangkis putri Korea Selatan (Korsel) dan skuad bulu tangkis putra China menutup perjalanan mereka di ajang Thomas & Uber Cup 2026 dengan menempati podium tertinggi.

Korsel berjaya di Uber Cup edisi tahun ini setelah mengalahkan China dengan skor 3-1 dalam partai puncak yang berlangsung di Forum Horsens, Denmark, pada Minggu, 3 Mei 2026. Itu merupakan gelar ketiga mereka di turnamen ini.

Pebulu tangkis nomor satu dunia, An Se-young, memimpin pasukan Negeri Ginseng dengan mengalahkan pemain nomor dua dunia, Wang Zhi Yi, dalam laga dua gim langsung. China lalu menyamakan kedudukan di partai kedua, tetapi Korsel menang di dua laga setelah itu.

"Saya sangat senang bisa mendapatkan poin pertama. Saya hanya fokus pada satu poin, setiap poin. Saya harus berusaha sebaik mungkin, percaya pada diri sendiri, dan terus menyerang," ujar An, dikutip dari situs resmi BWF.

Kim Ga-eun yang turun di partai kedua bisa memberikan penampilan luar biasa untuk membantu Korea Selatan bangkit memimpin dengan menghentikan Chen Yufei. Kim Hye-jeong/Baek Ha-na lalu menumbangkan Jia Yifan/Zhang Shu Xian di partai keempat.

Sebelumnya saat menghadapi Indonesia di babak semifinal, Kim masuk susunan pemain Korea Selatan. Ia diplot untuk bermain di partai kelima, tetapi tidak masuk lapangan karena tiga dari empat wakil Korsel yang turun sebelumnya sudah menang.

"Itu membantu saya menghemat energi untuk hari ini dan menjadi motivasi yang bagus untuk pertandingan ini. Jadi, saya sangat senang," ujar pebulu tangkis yang saat ini menempati peringkat ke-17 dunia itu.

Sementara itu, di Thomas Cup, China berhasil mempertahankan gelar juara dari turnamen beregu putra paling bergengsi ini dengan menghentikan Perancis, yang untuk pertama kalinya dalam sejarah bisa mencapai babak final.

Ini merupakan tahun termanis yang dicatat Perancis di Thomas Cup. Selain mengalahkan Indonesia di fase grup, Perancis juga memulangkan Jepang di babak perempat final dan India di babak semifinal tanpa kehilangan satu poin pun.

Sayangnya, di partai puncak China masih terlalu tangguh buat Alex Lanier dan kawan-kawan. Negeri Tirai Bambu menang dengan skor 3-1 untuk meraih ke-12 dalam sejarah turnamen.

Satu-satunya poin untuk Perancis dalam partai final disumbangkan oleh Lanier. Pebulu tangkis belia yang tengah naik daun tersebut menghentikan nomor tujuh dunia Li Shi Feng dalam pertandingan dua gim.