Operasional Commuter Line Cikarang Berangsur Normal, Volume Penumpang Bekasi Timur Kembali Meningkat
JAKARTA - Operasional perjalanan Commuter Line Cikarang berangsur normal pascainsiden kecelakaan yang melibatkan KRL dengan Kereta Api (KA) Jarak Jauh Argo Bromo Anggrek pekan lalu. Layanan naik dan turun penumpang di Stasiun Bekasi Timur juga telah kembali dibuka dan menunjukkan tren pemulihan.
VP Corporate Secretary KAI Commuter, Karina Amanda menyampaikan proses normalisasi jalur rel terus berjalan dengan perkembangan positif. Setelah dilakukan uji coba perjalanan KRL pada Rabu siang 29 April lalu, layanan kini kembali beroperasi normal.
Meski demikian, Karina mengatakan bahwa pembatasan kecepatan masih diberlakukan di lokasi insiden sebagai bagian dari langkah pengamanan.
“Volume pengguna di Stasiun Bekasi Timur juga berangsur normal kembali dan bahkan terus bertambah setelah stasiun ini kembali melayani naik-turun pengguna,” ujar Karina dalam keterangan resmi, Minggu, 3 Mei.
Berdasarkan data KAI Commuter, usai uji coba pada Rabu 29 April mulai pukul 14.00 WIB hingga perjalanan terakhir, tercatat 5.266 pengguna naik dan 2.820 pengguna turun di Stasiun Bekasi Timur. Angka tersebut meningkat pada Kamis 30 April menjadi 8.188 penumpang naik dan 9.268 penumpang turun.
Lonjakan kembali terjadi saat awal libur panjang. Pada Jumat 1 Mei volume pengguna mencapai sekitar 14.000 orang, dengan 6.590 penumpang naik dan 7.527 turun. Sementara pada Sabtu 2 Mei tercatat 8.412 penumpang naik dan 9.275 turun di stasiun tersebut.
Baca juga:
Di sisi operasional, jumlah perjalanan Commuter Line Cikarang juga telah kembali normal sejak Kamis 30 April dengan total 281 perjalanan per hari. Ketepatan waktu perjalanan pun terus mengalami perbaikan.
Keterlambatan keberangkatan yang sempat terjadi berangsur menurun, dari rata-rata 25 menit pada Kamis 30 April menjadi 15 menit pada Jumat 1 Mei dan kembali membaik menjadi sekitar 9 hingga 10 menit pada Sabtu 2 Mei.
“Tren ini menunjukkan normalisasi mobilitas masyarakat yang mengandalkan Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur. Apalagi, keberadaan Commuter Line sudah menjadi kebutuhan untuk mobilitas masyarakat dengan berbagai kepentingannya, terutama untuk bekerja,” jelas Karina.
KAI Commuter juga menyampaikan permohonan maaf atas insiden yang terjadi serta mengapresiasi kesabaran para pengguna selama proses evakuasi dan pemulihan berlangsung.
“KAI Commuter juga mengimbau pengguna untuk tetap mengutamakan keselamatan dengan tidak memaksakan diri masuk ke dalam kereta yang sudah penuh, serta selalu mendahulukan pengguna yang akan keluar,” katanya.