Kemenkop dan Green X Teken MoU Terkait Pemenuhan Listrik Tenaga Surya Bagi KDKMP Di Wilayah 3T

JAKARTA - Kementerian Koperasi (Kemenkop) menjalin kerja sama dengan PT Energy Absolute Green X Indonesia terkait dengan upaya percepatan penyediaan energi terbarukan berbasis Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) 0,5 Mega Watt (MW). Nantinya PLTS ini akan difungsikan untuk memenuhi kebutuhan listrik Koperasi Desa/Kelurahan (KDKMP) terutama di desa-desa atau kelurahan di daerah terpencil.

Penandatanganan Nota Kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) dilakukan oleh Sekretaris Kementerian Koperasi Ahmad Zabadi dan Executive Chairman PT Energy Absolute Green X Indonesia Justin Joel.

Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono menjelaskan dalam proses pembentukan dan pendirian KDKMP, ditemukan masih banyak desa dan kelurahan yang belum memiliki kecukupan akses listrik terutama di desa/kelurahan di 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar). Padahal untuk operasionalisasi KDKMP dibutuhkan ketersediaan listrik yang stabil agar proses bisnis yang dijalankan dapat lebih lancar.

"Dengan penggunaan energi berbasis tenaga surya kita bisa menyelesaikan masalah-masalah di desa dalam hal akses tenaga listrik dimana jumlah desa yang terbatas akses listrinya tidak sedikit," ujar Ferry dikutip Selasa, 21 April.

Ia mengapresiasi PT Energy Absolute Green X Indonesia atas komitmen yang akan diberikan dalam mendukung operasionalisasi KDKMP. MoU yang disepakati tersebut mencakup penyusunan kajian komprehensif terkait pembangunan dan pengoperasian sistem energi berbasis tenaga surya yang terintegrasi dengan penyimpanan energi.

Ferry berharap kesepakatan yang dijalin ini dapat segera ditindaklanjuti dengan pilot project yang riil agar dapat direplikasi secara masif untuk berbagai wilayah di Indonesia. Ia menilai bahwa penggunaan PLTS menjadi solusi yang logis dalam upaya memenuhi kebutuhan listrik di desa-desa atau kelurahan yang masih memiliki keterbatasan akses listrik.

"Harapannya dengan kerja sama ini bisa turut membantu pencapaian target Presiden untuk mencapai swasembada energi. PLTS ini bisa dikelola dan dimanfaatkan oleh koperasi-koperasi terutama KDKMP," katanya.

Ferry menyinggung bahwa implementasi pemanfaatan PLTS berskala mikro sebelumnya telah dilakukan uji coba antara Kemenkop dengan PT Pertamina (Persero) melalui anak usahanya, PT Pertamina New and Renewable Energy (NRE) di Pulau Sembur, Kelurahan Galang Baru, Kota Batam, Kepulauan Riau. Dalam proyek percontohan ini diluncurkan PLTS berkapasitas 100 Watt.

Ia berharap upaya yang dilakukan Kemenkop dengan berbagai pihak dapat menjadi batu loncatan agar percepatan pengembangan energi baru terbarukan khususnya untuk mendukung operasionalisasi KDKMP dapat lebih masif dilakukan. Kemenkop membuka kesempatan yang luas bagi berbagai pihak yang ingin terlibat dalam upaya percepatan pemenuhan listrik bagi desa-desa atau kelurahan yang masih memiliki keterbatasan akses listrik dalam rangka mendukung operasionalisasi KDKMP.

Sementara itu, Executive Chairman PT Energy Absolute Green X Indonesia Justin Joel menegaskan bahwa inisiatif ini merupakan langkah strategis jangka panjang dalam membangun fondasi ekonomi masa depan Indonesia.

“Ini bukan sekadar proyek energi—ini adalah langkah strategis untuk membangun fondasi ekonomi masa depan Indonesia. Kami melihat koperasi sebagai platform yang memiliki potensi luar biasa untuk mendorong transformasi energi sekaligus membuka akses investasi yang lebih luas dan inklusif di seluruh Indonesia,” ujarnya.

Dalam kerja sama ini, PT Energy Absolute GreenX Indonesia akan berperan sebagai mitra strategis dalam penyediaan keahlian teknis, pengembangan teknologi, serta dukunganinvestasi di sektor energi terbarukan. Pendekatan inidiharapkan mampu memastikan implementasi program berjalan secara efektif, berkelanjutan, dan memiliki model bisnis yang kuat.