Janice Tjen Hampir Menyerah sebelum Menjadi Pemain Profesional
JAKARTA – Janice Tjen mengaku dirinya nyaris menyerah sebelum menjadi pemain profesional karena menyadari betapa tingginya mobilitas yang harus dijalani oleh seorang petenis untuk mengikuti berbagai turnamen di seluruh dunia.
Petenis 23 tahun tersebut mengatakan bahwa harus pindah-pindah tempat setiap pekan dengan penerbangan panjang dan jauh dari keluarga dalam waktu cukup lama sebenarnya sesuatu yang sangat sulit baginya.
"Namun, saya memiliki banyak orang baik di sekitar saya. Mereka terus meyakinkan saya untuk mencobanya sehingga saya memutuskan untuk memercayai mereka dan melanjutkan (karier sebagai petenis)," ujar Janice dilansir dari Times of India.
Sebagai petenis profesional, Janice memang dituntut untuk melakukan perjalanan jauh nyaris setiap pekan selama satu tahun penuh. Pada awal tahun ini, misalnya, ia sudah memainkan lebih dari 10 pertandingan yang tersebar di banyak negara.
Baca juga:
Perjalanan Janice musim ini dimulai dari ASB Classic yang berlangsung di Auckland, Selandia Baru. Ia lalu pindah ke Australia untuk mengikuti ajang Hobart International dan Grand Slam Australia Open yang berlangsung di Melbourne Park.
Janice kemudian melanjutkan perjuangannya ke Asia Barat untuk bermain di Abu Dhabi, Qatar Open, dan Dubai Championship. Penerbangan pun berlanjut ke Amerika Serikat untuk mengikuti ajang-ajang seperti Indian Wells dan Miami.
Petenis kelahiran Jakarta itu mengatakan bahwa ia beruntung memiliki tim dan pelatih yang sangat suportif sehingga ia pun bisa memainkan begitu banyak pertandingan yang menuntut ketahanan fisik dan mental sangat tinggi.
"Saya memiliki tim yang sangat bagus. Pelatih saya Chris Bint ialah orang yang sangat positif dan dia selalu membawa optimisme kepada saya sehingga itu sangat membantu saya."
"Dia juga sangat berpengetahuan dan tahu bagaimana menjaga kesehatan fisik saya serta memastikan saya tetap bugar dan terhindar dari cedera," katanya.
Janice memainkan lebih dari 90 pertandingan dalam kalender tahun lalu, termasuk berhasil mencatatkan debut Grand Slam di US Open. Ia lalu menutup tahun dengan gelar Chennai Open, yang merupakan gelar pertamanya di ajang WTA Tour.
Hasil tersebut membuat Janice mencatatkan diri menjadi petenis pertama Indonesia yang berhasil memenangi WTA Tour sejak Angelique Widjaja memenangi gelar kedua dan terakhirnya di Pattaya pada 2002 atau 23 tahun setelahnya.